PBB: Pengelolaan Sampah Lemah di Indonesia

PBB: Pengelolaan Sampah Lemah di Indonesia

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 22:13 WIB
Bandung - Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Asia Pasifik Bidang Tujuan Pembangunan Millenium, Erna Witoelar menilai Indonesia merupakan negara paling lemah dalam pengelolaan masalah sampah dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik. "Negara lain masyarakatnya lebih terlibat. Pengelolaannya lebih advance," ungkap Erna saat ditemui seusai pertemuan pembahasan sampah di Gedung Pemerintahan Kota Bandung, Jalan Wastukencana. Selasa (23/05/2006).Ia mengungkapkan, negara lain di kawasan Asia Pasifik juga pernah mengalami hal yang sama dengan Indonesia. Negara kawasan Asia Pasifik tersebut sempat mengalami kesulitan dalam mengelola persampahan. Ia menyebutkan kondisi Indonesia mirip dengan Filipina. Negara tersebut, menurutnya, sempat mengalami longsor sampah seperti yang terjadi di Leuwigajah, Kabupaten Bandung. Dan menghasilkan tumpukan sampah di perkotaan. Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, pemerintahan Filipina langsung mengambil kebijakan yang berbeda dalam pengelolaan sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian diolah di tempat pengelolahan sampah. Tidak dengan cara dibuang di tempat pembuangan sampah. "Saya malu. Pengelolaan sampah di Indonesia seperti taman kanak-kanak," ungkapnya. Ia menyarankan, sudah saatnya sampah yang sudah menumpuk saat ini agar dikelola hingga menghasilkan sisi ekonomi bagi kota. Pasalnya, sisi teknologi saat ini sudah memungkinkan sampah tersebut menghasilkan manfaat seperti menjadi energi. Pengelolaan sampah, menurutnya, tidak bisa dilakukan secara perorangan saja. Namun mesti dengan kerja sama dan dukungan dari warga kota sendiri. Di Bandung, Erna Witoelar bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar sempat melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik-titik tumpukan sampah. Seperti di Jalan Taman Sari, Pasar Sederhana dan Stasiun Kereta Api Bandung. Sampah-sampah tersebut sudah meluber hingga ke badan jalan. Dan sudah mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Termasuk sudah menghasilkan belatung-belatung. Mereka melihat langsung kondisi sampah tersebut tanpa menggunakan penutup hidung. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads