Kamar Soeharto Disulap Menjadi Ruang ICU
Selasa, 23 Mei 2006 21:37 WIB
Jakarta - Setelah pemeriksaan endoskopi terhadap mantan Presiden Soeharto, kamar yang digunakan untuk merawat mantan orang kuat rezim Orde Baru itu disulap menjadi ruang ICU. Alasannya agar bisa lebih efektif dan efisien."Ya itu hanya agar efisien saja," kata salah satu tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo dalam jumpa pers di ruang Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2006). Soeharto dirawat di kamar 536 lantai 5 Gedung A, RSPP. Dikatakannya, pendarahan yang dialami Soeharto merupakan konsekuensi pemasangan gastrostomy atau pipa lambung beberapa waktu yang lalu. Pendarahan berada di dekat pipa lambung yakni di lambung bagian tengah. "Semuanya kan ada konsekuensinya. Tapi ini bukan akibat pemasangan yang salah," tandas Djoko.Pemeriksaan endoskopi dilakukan selama 20-30 menit yang dimulai pukul 18.30 WIB. Saat ini keadaan Soeharto stabil namun belum lepas masa kritisnya. Djoko menegaskan, pendarahan dan sesak napas masih mungkin terjadi.Sementara, menurut dokter kpresidenan lainnya, Mardjo Subiandono mengatakan, pendarahan bisa terjadi akibat fisioterapi atau pada saat Soeharto batuk. Dengan endoskopi, pendarahannya berhenti dengan pemberian obat melalui pipa lambung. Hingga saat ini, lanjut Djoko, alat infus oksigen dan alat pacu jantung masih tetap melekat di tubuh Soeharto.
(atq/)











































