Dephan Krisis Anggaran Meski Beli Peralatan Dalam Negeri

Dephan Krisis Anggaran Meski Beli Peralatan Dalam Negeri

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 18:29 WIB
Jakarta - Berhasilnya industri pertahanan dalam negeri memproduksi sejumlah peralatan militer bisa menghemat 30 persen anggaran pertahanan. Tapi hal itu belum mampu memecahkan persoalan kekurangan anggaran Departemen Pertahanan untuk membeli peralatan militer.Padahal Litbang Dephan dan sejumlah industri strategis dalam negeri telah berhasil membuat kendaraan taktis jenis truk berbobot 2,5 ton dan sejumlah peralatan militer lainnya."Untuk membeli peralatan tersebut kita masih kesulitan anggaran. Selain itu untuk lebih mengembangkannya, kita juga terbentur masalah yang sama," kataMenteri Pertahanan Juwono Sudarsono usai menyerahkan materil produk seri O, industri pertahanan dalam negeri kepada Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto di kantor Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Menurut Juwono, pemecahan masalah anggaran dan pengembangan industri militer dalam negeri tergantung dari Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Dephan sendiri. Selain itu juga harus ada komitmen politik dari para pemimpin, termasuk Menko Perekonomian."Idealnya memang TNI membutuhkan sebanyak mungkin peralatan militer yang dibuat di dalam negeri sendiri, karena pembeliannya selain bisa menghemat 30 persen juga menggunakan rupiah murni," ungkapnya.Sementara usai acara yang sama Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto mengaku belum tahu persis tentang perbandingan harga peralatan militer antara produk dalam negeri dengan luar negeri. Dirinya hanya mengetahui dari Dirjen Rencana Pertahanan Dephan bahwa pembelian dari produk dalam negeri bisa menghemat anggaran."Kita bisa hemat tapi belum tahu sampai sejauhmana tentang harganya. Kita belum confirm dengan harga-harga yang lain," ujarnya.Dituturkan Djoko, penggunaan produk-produk di dalam negeri sebenarnya memang dapat memenuhi kebutuhan peralatan militer bagi TNI. "Tapi beberapa hal tentang teknologi masih perlu dikaji lagi di lapangan untuk meningkatkan kemampuan," tandasnya. (ndr/)


Berita Terkait