Pemadaman Listrik Bergilir Dikecam Anggota DPR

Pemadaman Listrik Bergilir Dikecam Anggota DPR

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 18:12 WIB
Jakarta - Terulangnya lagi kasus pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Jawa-Bali mendapat kecaman keras dari Wakil Ketua FPDIP Ramson Siagian. Dia sangat menyayangkan rencana pemerintah itu.Seharusnya, kata dia, masalah ini bisa diatasi sejak dini dengan memperbaiki manajemen di PT PLN dan BUMN secara umum."Menneg BUMN dan Menteri Bidang Energi jangan hanya berpangku tangan, mereka harus mengkoordinasikan BUMN di bidang energi untuk mengatasi masalah yang terus menerus berulang ini," kata Ramson.Ramson menyampaikan hal itu kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Ramson menegaskan, rencana pemadaman bergilir bisa mengganggu sektor ekonomi dan bisnis di Indonesia. Kebijakan tersebut akan membuat investor asing ragu-ragu menanamkan investasinya di Indonesia, karena janji-janji keamanan investasi tidak dibuktikan di lapangan."Pemerintah harus membenahi PLN. Pemadaman listrik kontraproduktif dengan kampanye direct investment. Ini bisa mengganggu sektor ekonomi dan bisnis," ujarnya.Menurut dia, pemerintah harus segera membangun dan menambah jumlah pembangkit tenaga listrik baru untuk mengatasi kekurangan atau defisit suplai listrik. Karena jika tidak bisa diatasi dengan cara ini, solusi pemadaman bergilir akan terus terjadi. Padahal negeri ini sangat kaya dengan sumber daya energi.Ramson menambahkan, kebutuhan energi puncak di Jawa-Bali sebesar 14.300 megawatt, sementara produksi dari pembangkit listrik yang dimiliki BUMN sebanyak 19.000 megawatt.Jika PLN dikelola dengan manajemen yang baik, seharusnya tidak terjadi defisit suplai listrik. Karenanya Menneg BUMN harus segera turun tangan untuk mengatasi hal mendasar ini.Ramson juga mewanti-wanti pemadaman listrik menciptakan kerugian miliaran rupiah dari sisi ekonomi dan bisnis. Dia juga meminta pipanisasi gas dari Sumsel ke Jawa bisa segera dilakukan.Ramson meminta agar pemerintah tidak terus mengorbankan rakyat dengan terus melakukan penghematan. Karena kekurangan pasokan listrik lebih disebabkan lemahnya manajemen di PLN dan BUMN bidang energi.Namun demikian, jika dalam waktu dekat masalah ini tidak bisa diatasi, Ramson mengusulkan agar pengguna listrik menengah ke atas bisa melakukan penghematan sebanyak 50 watt sehingga bisa membantu pengurangan pasokan listrik, dan menghindari pemadaman bergilir. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads