Amien-Wiranto Ceng-cengan di DPD
Selasa, 23 Mei 2006 17:18 WIB
Jakarta - Meski perebutan kursi presiden sudah berlalu nyaris 2 tahun lamanya, guyonan antarmantan calon presiden masih terjadi. Kali ini antara Amien Rais dengan Wiranto, mantan capres dari PAN dan Partai Golkar.Dalam rapat dengar pendapat umum tentang Otsus Papua di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2006), keduanya saling ceng-cengan.Ceng-cengan bermula dari pertanyaan anggota DPD dari Jawa Timur, Mudjib Imran. Dia mempertanyakan gerakan Amien Rais cs selama ini. "Apa dimaksud untuk menggusur Presiden SBY?" tanya Mudjib.Menanggapi hal itu sontak Amien menjawab dirinya saat ini sudah tenggelam dan tidak memiliki kepentingan lagi untuk mencari popularitas.Kritik-kritik pedasnya selama ini kepada pemerintah, imbuh Amien, semata-mata untuk kesejahteraan rakyat dan mengingatkan pemerintah."Saya sudah sunshine, biar Pak Wiranto saja yang masih muda belia," kata Amien disambut tawa dan tepuk tangan anggota DPD.Apa yang dilakukannya selama ini, tambah Amien, hanya untuk mengingatkan pemerintah. "Kalau Mahathir Muhammad (mantan PM Malaysia), Eva Morales (Presiden Bolivia), Ahmadinejad (Presiden Iran) berani, kenapa kita tidak?" cetus mantan Ketua MPR ini.Menanggapi sindiran Amien yang menyatakan dirinya masih muda belia, Wiranto hanya mesem-mesem.Menurutnya, tradisi di Indonesia, pencalonan itu selalu didasarkan pada abjad. Dengan demikian maka Amien Rais-lah yang pertama dan dia selalu yang terakhir."Saya itu hanya macan, mantan calon. Negeri kita kan negeri abjad, Pak Amien kan 'A', dan saya itu Wiranto, 'W', selalu yang belakangan. Jadi di belakang terus," seloroh mantan Pangab/Menhankam itu disambut tawa dan tepuk tangan anggota DPD.
(umi/)











































