Amien Doakan Soeharto Cepat Sehat

Amien Doakan Soeharto Cepat Sehat

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 17:13 WIB
Jakarta - Kesehatan mantan Presiden Soeharto saat ini dalam kondisi darurat. Mantan Ketua MPR Amien Rais pun mendoakan penguasa Orde Baru itu agar cepat sembuh."Ya mudah-mudahan cepat sehat," kata Amien saat dicegat usai menjadi pembicara dalam RDPU DPD tentang Otsus Papua, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Amien terlihat kaget mendengar kondisi Soeharto dalam status darurat. Ia mengaku sebelum ke DPD, mendapatkan informasi kondisi penguasa Orde Baru itu telah membaik. Mengenai penyelesaian kasus Soeharto, Amien yang mendapat julukan Bapak Reformasi itu menawarkan 3 pendekatan. Pendekatan itu yakni pendekatan hukum, pendekatan kemanusiaan, dan pendekatan kesejarahan.Ketiga pendekatan itu harus digunakan secara simultan untuk memberikan pelajaran bagi generasi bangsa mendatang."Demi keadilan, demi pelajaran moral, hukum, dan demi histori bagi generasi mendatang, pendekatan tiga hal itu harus dilakukan," kata Amien.Pendekatan hukum bagi Soeharto perlu dilakukan karena pada prinsipnya tidak ada seorang pun yang boleh berdiri di atas hukum.Terkait kondisi kesehatan Soeharto saat ini, menurut Amien, bisa disiasati dengan pengadilan in absentia. Jika usulan pengadilan in absentia tidak memiliki payung hukum, bisa disiasati dengan membuat Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu).Amien yang turut berperan dalam aksi penurunan Soeharto juga mengatakan bisa memahami wacana pengampunan Soeharto. Namun diingatkan pengampunan dilakukan setelah proses hukum mantan presiden RI terlama itu dilakukan.Jika dalam proses hukum terbukti, ada dana yang diperoleh secara tidak legal, maka dana tersebut harus disita oleh negara."Setelah proses hukum, langkah terakhir bisa diberikan pengampunan karena bangsa kita bukan bangsa pendendam. Kita bangsa pemaaf," kata mantan Ketua Umum PAN itu.Amien juga mengingatkan, Soeharto menjadi presiden yang otoriter karena 1.000 anggota MPR selalu membenarkan tindakan penguasa Orba itu. MPR pada zaman itu sama sekali tidak berani memberi pendapat berbeda dengan Soeharto. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads