ADVERTISEMENT

Anak di Jaksel Diperkosa Ayah Tiri Sejak 2016, Takut Lapor karena Diancam

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 15:38 WIB
Wakapolres Jaksel AKBP Harun
Wakapolres Jaksel AKBP Harun (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pria inisial GB (37) ditangkap atas dugaan pemerkosaan anak tirinya yang berusia 17 tahun. Tersangka melakukan perbuatan bejat itu sejak korban masih berusia 11 tahun.

"Dari umur 11 tahun itu pelaksanaan pelecehan korban. Pada saat korban umur 11 tahun, jadi dari tahun 2016 itu awal pelecehan seksual," ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2022).

Diketahui, awalnya pelaku melakukan pemerkosaan sejak Juni 2016. Saat itu, pelaku, ibu korban, dan korban tengah mengunjungi kediaman saudaranya di Bekasi.

"Niat jahat dari Tersangka ini terjadi pada saat korban tidur di kamar, kemudian dilakukan persetubuhan oleh tersangka, namun tidak sampai lama karena ada suara motor dari pelapor atau ibu korban," sambungnya.

Kelakuan bejat tersangka tak hanya terjadi sekali itu saja. Perbuatan asusila tersangka berlanjut hingga 2022, hampir setiap hari di rumahnya.

Butuh waktu bagi korban untuk berani melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya itu hingga bertahun-tahun lamanya. Ini dikarenakan pelaku mengancam korban.

"Sesuai keterangan korban tidak pernah ada kekerasan fisik selalu mengancam, diancam untuk jangan mengadukan," jelas Harun.

Dari kejadian tersebut, polisi turun mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu set underwear, kaus, dan hasil visum dari RSCM. Atas perbuatannya, tersangka kita kenai Pasal 76 huruf D juncto Pasal 81 ayat 1 dan 3, juga kita juncto-kan dengan Pasal 76 huruf E juncto Pasal 82 UU No 17 Tahun 2016, yang merupakan perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU KDRT Pasal 46 UU No 23 Tahun 2004.

(ain/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT