Ruang Sidang Baru MA Jadi Sasaran Amuk Massa
Selasa, 23 Mei 2006 14:34 WIB
Jakarta - Baru dipakai sekali, ruang pengadilan Mahkamah Agung (MA) yang terletak di lingkungan Pengadilan Tipikor, Gedung Uppindo, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sudah rusak parah.Ruangan itu menjadi sasaran amuk pengunjung sidang pada Selasa (23/5/2006). Massa yang mengamuk itu merupakan pendukung calon gubernur Lukas Enembe dan cawagub Haji Ahmad Airutarau.Kemarahan mereka dipicu akibat penolakan majelis hakim agung tingkat kasasi terhadap gugatan yang dilakukan Lukas Enembe mengenai adanya penggelembungan suara Kabupaten Yahukimo, Papua.Begitu sidang ditutup sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan orang Papua yang juga pendukung Lukas langsung mengamuk. Mereka mengobrak-abrik bangku di ruang persidangan hingga patah-patah. Meja dan mikrofon hakim juga dirusak. Suasana jadi tegang.Beruntung 5 hakim yang menangani kasus ini sudah masuk ke dalam ruang hakim sehingga selamat dari amukan massa.Massa lalu mengejar beberapa orang yang diduga sebagai anggota KUPD Papua yang diduga sebagai penyebab kekalahan Lukas. Orang itu sempat dibogem mentah.Untunglah aparat Polres Jakarta Selatan dan pasukan Brimob segera datang. Polisi berusaha mengendalikan situasi. Namun tak urung salah seorang kuasa hukum KPUD, Bambang Widjojanto, tertahan di ruang sidang.Tak puas mengamuk di dalam ruang sidang, massa mengamuk di lantai dasar Pengadilan Tipikor dengan cara melempari kaca-kaca di sekitar gedung Uppindo.Saat ini sebagian massa masih berada di pintu gerbang gedung Uppindo sambil berteriak-teriak. Mereka meminta agar putusan hakim kasasi yang menolak gugatan jagoan mereka dianulir.Ruang persidangan baru milik MA ini terletak di lantai 2 Gedung Uppindo, satu kompleks dengan Pengadilan Tipikor. Tepat di dinding sebelah pintu masuknya tertulis "Ruang Khusus Persidangan Mahkamah Agung". Sengketa Pilkada Papua menjadi sidang pertama yang digelar di ruang sidang gres ini.Lukas Enembe menggugat KPUD Papua karena mengklaim kehilangan suara 10.229 suara dari pemilih di Kabupaten Yahukimo, Papua.
(nrl/)











































