Menhan Serahkan 'O' ke Panglima
Selasa, 23 Mei 2006 14:11 WIB
Jakarta - Beberapa perusahaan dalam negeri akhirnya menyelesaikan peralatan militer seri O. Menhan Juwono Sudarsono pun secara simbolik menyerahkannya ke Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto.Produk seri O itu berupa kendaraan taknis (rantis), pesawat terbang tanpa awak, stabilizer peluncur roket, target droe, dan alat komunikasi.Acara penyerahan materil itu dilakukan Menhan ke Panglima TNI di Kantor Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Hadir dalam acara itu KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto, KSAU dan Wakil KSAD serta sejumlah pejabat di lingkungan Dephan, Mabes TNI dan ketiga angkatan.Dalam kesempatan itu, Menhan menyerahkan 4 rantis berupa truk 2,5 ton yang diberi nama Maesa. Nama itu langsung diberikan oleh Menhan saat itu juga.Empat truk rantis merupakan buatan produk Dephan bersama PT Pacific Teknologi, PT Pindad, dan PT Texmaco.Selain itu juga diserahkan pesawat terbang tanpa awak berjumlah 5 unit, kemudian 6 pesawat target droe buatan PT Wesco, stabilizer peluncur roket 2,75 milimeter untuk kapal TNI AL buatan PT DI, serta sejumlah alat komunikasi buatan PT LEN yang bekerjasama dengan perusahaan di Australia.Dalam sambutannya, Dirjen Perencanaan Pertahanan Dephan Marsekal Muda TNI Slamet Prihatino menyatakan, pihak Dephan saat ini mencoba suatu metode prakmatis, yaitu memacu industri dalam negeri untuk menghasilkan produk inovasi guna memenuhi peralatan bagi TNI tanpa membebani anggaran pertahanan.Produk seri O ini memiliki kualitas yang dapat dibanggakan untuk memenuhi kebutuhan TNI. Bahkan, rantis dan alat komunikasinya telah memenuhi standar NATO.Selanjutnya barang-barang tersebut akan diserahkan kepada pengguna untuk menilainya sendiri. Namun faktanya menunjukkan semua produk seri O itu telah teruji dengan baik sesuai prosedur.Menhan dan Panglima TNI menyambut baik peluncuran produksi pertahanan militer dalam negeri ini di tengah minimnya anggaran untuk pertahanan dan TNI. Dengan produksi ini diharapkan bisa memotong harga peralatan yang biasa dibeli di luar negeri sekitar 30-40 persen.
(umi/)











































