PPSDM Migas Kembangkan Klinik Utama Jadi Rumah Sakit Tipe D di Cepu

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 12:46 WIB
Peresmia Rumah Sakit Tipe D PPSDM Migas
Foto: PPSDM Migas
Jakarta -

PPSDM Migas mengembangkan fasilitas kesehatan Klinik Utama Bhina Migas PPSDM Migas menjadi rumah sakit tipe D. Faskes tersebut dibuat untuk menunjang pelaksanaan pengembangan SDM Migas sekaligus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Adapun layanan yang tersedia, antara lain dokter umum, fisioterapi, dokter gigi, ibu dan anak, medical check up standar, serta laboratorium kesehatan. Proyek pengembangan rumah sakit tipe D ini diresmikan pada Senin (28/3) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial.

Ego mengatakan PPSDM Migas melalui Klinik Utama Bhina Migas Medical Center yang sudah berjalan saat ini memberikan kemudahan akses masyarakat, khususnya daerah Cepu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga menurutnya Klinik Utama BMMC perlu dikembangkan menjadi rumah sakit tipe D PPSDM Migas.

"Melalui pengembangan rumah sakit tipe D ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan yang modern dan profesional sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kabupaten Blora, khususnya di wilayah Cepu. Pengembangan rumah sakit ini tidak berhenti sampai tipe D saja tetapi kedepan terus dikembangkan menjadi rumah sakit yang lebih besar lagi dengan pelayanan dan peralatan yang lebih lengkap," kata Ego dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (30/3/2022).

Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto menambahkan wilayah Cepu dan sekitarnya masih membutuhkan rumah sakit baru untuk akses Kesehatan yang memadai.

"Pembangunan rumah sakit wilayah Kecamatan Cepu Kabupaten Blora masih terbuka. Berdasarkan demografi diketahui bahwa Rumah Sakit di Kabupaten Blora masih membutuhkan tempat tidur sebanyak 416 tempat tidur dan dari sisi sosio ekonomi menunjukkan angka Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Cepu dan Kabupaten Blora yang positif sehingga memberikan peluang berkembangnya usaha rumah sakit," papar Tunggul.

Tunggul menyebut pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi masyarakat yang tidak dapat ditunda. Fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit tipe D yang menjadi salah satu garda terdepan juga membutuhkan sumber daya manusia dan juga peralatan yang memadai.

"Dengan fungsi yang strategis tersebut diharapkan rumah sakit tipe D PPSDM Migas dapat meningkatkan mutu pelayanan yang saat ini perlu untuk melengkapi alat-alat kesehatan sesuai dengan standar dan kualitas agar bisa menjadi rumah sakit tipe D," jelas Tunggul.

Dari sisi potensi pasien, lanjutnya, di wilayah Cepu dan sekitarnya banyak daerah operasi migas, antara lain ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina Aset 4, PEPC, Perhutani, Kementerian ESDM, PJKA, Pemda dan masyarakat umum. Selama ini setiap pasien selalu dirujuk ke Surabaya atau Semarang. Oleh sebab itu, PPSDM Migas menilai diperlukan berdirinya sebuah rumah sakit tipe D yang memiliki pelayanan terbaik dengan peralatan lengkap.

Kepala Bagian Umum PPSDM Migas Arisona menerangkan saat ini rumah sakit tipe D PPSDM Migas masih dalam proses izin operasional untuk kelengkapan dokumen-dokumennya.

"Meskipun masih dalam proses perizinan, Klinik Utama tetap dapat beroperasi karena yang membedakan antara rumah sakit tipe D dan klinik utama hanya adanya ICU dan total jumlah tempat tidur. Jadi intinya acara kemarin itu adalah soft launching ya atau sekedar peresmian Gedung," ujar Arisona.

(ncm/ega)