7 Tahun Berkiprah, KOMPAK Paparkan Hasil Kerja Turunkan Kemiskinan RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 11:17 WIB
KOMPAK
Foto: KOMPAK
Jakarta -

Pengentasan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah yang menantang bagi Pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Untuk membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut, proyek kerja sama Indonesia-Australia bernama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) dibentuk pada 2015.

Kini 7 tahun sudah KOMPAK berkiprah di Tanah Air. Lantas, apa saja yang sudah dicapai oleh KOMPAK selama kurun waktu tersebut?

Dalam acara Forum Inspirasi Nasional yang diselenggarakan hari ini, KOMPAK mengungkapkan kinerja mereka telah membantu menurunkan kemiskinan pada wilayah yang didampingi. Rata-rata tingkat kemiskinan di 24 kabupaten wilayah kerja KOMPAK turun dari 17,27 persen pada 2015 menjadi 15,13 persen di 2021.

Selain itu, pada 24 wilayah kerja KOMPAK Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 64,44 pada 2015 menjadi 67,55 di 2021 lalu. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut hasil kerja KOMPAK telah membantu pemerintah menekan angka kemiskinan, termasuk dalam situasi pandemi COVID-19.

"Hasil program KOMPAK ini selaras dengan strategi percepatan kemiskinan ekstrem nol persen yang merupakan respons pemerintah dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Hasil dan praktik baik yang dilakukan program KOMPAK dapat menjadi masukan dan inspirasi untuk mempertajam strategi ini," ungkap Suharso dalam sambutannya di Forum Inspirasi Nasional.

Berkaitan dengan tata kelola kecamatan dan desa, KOMPAK memperkuat kapasitas kecamatan untuk mendampingi desa, serta membangun sistem data desa yang andal dan dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi masyarakat miskin dan rentan memperoleh akses layanan dasar secara lebih baik. Dari 491 desa di wilayah kerja KOMPAK, sebanyak 93% sudah memiliki Sistem Informasi Desa yang digunakan untuk perencanaan dan penganggaran. Ketersediaan data tersebut dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan-bantuan seperti BLT-DD kepada masyarakat agar tepat sasaran.

Sementara itu, dalam hal peningkatan produktivitas dan pendapatan usaha mikro dan kecil (UMK), KOMPAK membuat inovasi model Keperantaraan Pasar. Setidaknya 1.700 perempuan dan banyak kelompok rentan yang tergabung dalam UMK, merasakan dampak positif ini. Di Aceh Barat, sebagai contoh, pendapatan pengrajin eceng gondok meningkat hampir 10 kali lipat dari Rp 15 juta (2018) menjadi Rp 143 juta (2020).

"Dari perjalanan program KOMPAK selama tujuh tahun ini, kami melihat KOMPAK berperan strategis dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah, melalui berbagai upaya. KOMPAK berperan sebagai katalisator yang menjembatani pemerintah pusat dan daerah untuk membantu menerjemahkan kebijakan menjadi aksi. KOMPAK mendukung pemerintah untuk membangun tata kelola yang sinergis antara pusat dan daerah terutama dalam mengelola perencanaan dan penganggaran berbasis bukti," papar Suharso.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM menambahkan Sejak 2015, melalui KOMPAK, kita telah bekerja bersama di Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Kehadiran KOMPAK, sebut Penny, menjadi lebih penting selama pandemi COVID-19, antara lain dalam hal memastikan masyarakat dapat terus memiliki akses ke layanan dasar dan peluang ekonomi yang dibutuhkan.

"Kami senang bisa membantu Pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan akses yang lebih baik ke layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan serta peluang ekonomi di beberapa wilayah di Indonesia. Saya senang pekerjaan yang telah kita lakukan bersama melalui program KOMPAK bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, dan saya juga berharap dapat terus bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan dan kesenjangan," tutur Penny.

Penny berharap meskipun program KOMPAK akan berakhir di bulan Juni 2022 mendatang, Pemerintah Indonesia dapat melanjutkan upaya yang sama agar angka kemiskinan terus terpangkas.

"Saya yakin Pemerintah Indonesia, kementerian, pemerintah daerah, dan mitra organisasi masyarakat sipil akan terus mendapat manfaat dari praktik baik KOMPAK selama ini," ujar Penny.

"Saya juga berharap untuk terus bekerjasama dengan Bapak/Ibu sekalian dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan mengatasi ketimpangan melalui program-program pembangunan Pemerintah Australia," sambungnya.

Sebagai informasi, Forum Inspirasi Nasional (FIN) KOMPAK bertema 'Kolaborasi untuk Indonesia' merupakan puncak dari rangkaian acara berbagi pengetahuan dan praktik baik di tingkat provinsi, yang dilakukan sejak September 2021 hingga Maret 2022. Sebelumnya, KOMPAK menggelar Forum Inspirasi Daerah (FID) di 7 provinsi dampingannya, antara lain Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat.

Simak juga 'Menko PMK Cek Lokasi Keluarga Miskin Ekstrem di Malang':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)