Waspada! Peralihan Musim di Lebak Berpotensi Angin Puting Beliung-Longsor

Fathul Rizkoh - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 08:42 WIB
Gumpalan awan Mendung. detikfoto/dikhysasra
Foto ilustrasi. (Dikhy Sasra/detikcom)
Lebak -

Bulan Mei dan April jadi musim peralihan dari hujan ke musim kemarau di Kabupaten Lebak, Banten. Bencana yang perlu diwaspadai pada peralihan musim ini adalah angin puting beliung dan tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan dua bulan ke depan hujan masih akan terjadi. Intensitasnya diperkirakan akan tinggi dengan waktu yang relatif singkat.

"Banten akan lebih lambat memasuki musim kemarau dibandingkan daerah lainnya. Lebak sendiri kemungkinan musim kemarau di bulan Mei dan puncaknya bulan Agustus," kata Febby kepada awak media, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya, ada 28 kecamatan di Lebak yang berpotensi mengalami angin puting beliung. Daerah yang paling rawan ada di Kecamatan Cijaku, Kecamatan Malimping, Kecamatan Gunung Kencana. Kemudian, Kecamatan Cileles, Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cimarga, dan Kecamatan Cirinten.

"Perlu diwaspadai karena wilayah itu jadi jalur arah angin," tuturnya.

Sementara itu, untuk potensi tanah longsor, ada di wilayah perbukitan. Katanya, level dengan kerawanan tertinggi ada di Kecamatan Sobang, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Muncang, Kecamatan Bojongmanik, dan Kecamatan Leuwidamar.

"Yang lebih kami beri saran, bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang lereng perbukitan. Karena cuaca panas, tanah menjadi kering terus diguyur hujan menyebabkan tanah longsor," tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau warga dapat lebih waspada dan siaga terhadap potensi bencana di musim peralihan ini. Dia pun meminta warga menyiapkan tas siaga berisi barang berharga dan beberapa pakaian. Tas siaga itu diharapkan bisa dengan mudah dibawa apabila terjadi bencana dan mempercepat proses evakuasi dini.

Selain itu, warga diminta selalu berkoordinasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi, penanganan akibat bencana dapat dilakukan dengan cepat.

"Jika terjadi longsor kami dapat segera menurunkan ekskavator, backhoe, dan lainnya. Warga yang di perbukitan setiap hujan agar selalu siaga, masukan barang ke tas bencana," pungkasnya.

Simak Video 'Bibit Siklon Tropis Sekaligus 3 Muncul di Wilayah Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)