Potensi Kecerdasan Manusia

ADVERTISEMENT

Kontemplasi Qalbu (33)

Potensi Kecerdasan Manusia

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 05:37 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kecerdasan di dalam diri manusia bisa dibedakan atas tiga macam, yaitu kecerdasan otak atau fisik (Physical Intelligence) yang biasa disebut Intellectual Quotient (IQ), kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) atau Emotional Quotient (EQ) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence) atau Spiritual Quotient (SQ). Pemisahan jenis-jenis kecerdasan di dalam diri kita dapat membantu untuk memetakan dan sekaligus memberikan solusi lebih baik terhadap setiap tantangan dan problem yang kita hadapi.

Kecerdasan otak (IQ) dimiliki setiap orang. Hanya saja tingkatannya tergantung taraf kognitif setiap orang. Orang-orang yang rajin belajar dan mengkaji tentu akan lebih banyak dan lebih tinggi taraf kecerdasannya. Di samping itu faktor kesehatan tubuh seperti sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf, dan sistem vital lainnya juga ikut menentukan. Akan tetapi tubuh kita memilki sejumlah keajaiban protektif dan adaptatif, seperti tubuh kita mampu mengadakan adaptasi lingkungan, mempunyai daya penghancur sel pembawa penyakit, kemampuan mengganti sel-sel yang rusak, dan kemampuan melawan unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. Setiap orang memiliki sekitar tujuh triliun sel yang memiliki koordinasi fisik dan kimia yang menakjubkan.

Sebagai contoh, ketika kaki kita menginjak puntung rokok yang masih menyala atau tangan kita kesetrum kabel listrik, maka akan terjadi gerakan refleks anggota badan tersebut mengelak dari hal yang menyakitkan itu.

Kecerdasan emosi (EQ) yaitu pengetahuan, pengalaman, kesadaran, dan kepekaan diri tentang sesuatu yang berhubungan dengan emosi kita. Diri kita dikaruniai suatu kecerdasan untuk berempati dan prihatin terhadap persoalan-persoalan social kemasyarakatan. Dengan modal kecerdasan ini maka kita bisa diterima dengan baik bahkan mendapatkan pengakuan dan penghargaan oleh orang lain.

Sebagai contoh, kita memiliki kepekaan mengenai waktu yang tepat, kemampuan kita mengindahkan kepatutan sosial, keberanian kita mengakui kelemahan, menyatakan, dan menghargai perbedaan. Begitu pentingnya jenis kecerdasan ini maka Steven R. Covey di dalam karya monumentalnya, The 8th Habits of Highly Effective People, pernah menyatakan bahwa untuk mencapai kinerja di semua jenis pekerjaan, di bidang apapun, kompetensi kecerdasan emosi (EQ) dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual (IQ).

Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan pusat dan paling mendasar di antara semua jenis kecerdasan, karena menjadi bagian dari pengarahan berbagai jenis kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa paling dalam yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif. Dalam literatur tasawuf atau ifani IQ ini dianggap sebagai Divine inspiration, yaitu kecerdasan yang diperoleh dari Tuhan tanpa melalui proses metodologi konvensional, melainkan melalui proses iluminasi.

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

Simak Video 'Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?':

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT