Geger Halimah-Mayang Hiasi Media Massa Nasional

Geger Halimah-Mayang Hiasi Media Massa Nasional

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 10:00 WIB
Geger Halimah-Mayang Hiasi Media Massa Nasional
Jakarta - Media massa Selasa (23/5/2006) ini dihiasi berita geger Halimah vs Mayangsari. Sejumlah koran menjadikannya sebagai headline, layar kaca tak jemu-jemunya menayangkan, dan publik tak henti mempergunjingkannya. Seru!Sejumlah koran hari ini menjadikan konflik rumah tangga yang berimbas ke penyelidikan polisi ini sebagai laporan utama. Warta Kota yang satu grup dengan Kompas, misalnya, 90 persen halaman pertamanya berkisah tentang penyerbuan itu. Berita itu bertajuk Halimah Melabrak Mayang.Harian terkemuka Kompas juga meletakkan berita itu sebagai headline rubrik Metropolitan dengan judul Rumah Mayangsari Dirusak. Harian Indopos menempatkan di halaman satu bagian atas dengan judul Kisah Rumah Mayang Didobrak Halimah. Bahkan harian Bisnis Indonesia juga turut meramaikan insiden itu meskipun dengan porsi berita yang kecil dengan judul Konflik Keluarga Bambang Tri Diselidiki.Di atas bus, loper koran bergantian menawarkan dagangannya dengan memamerkan headline tentang Halimah vs Mayangsari. "Geger Cendana di rumah Mayangsari!" begitu teriakan seorang loper di bus P67 jurusan Senen-Blok M.Di layar kaca, berita kasus ini lebih gayeng. Sejak kemarin pagi, insiden penyerangan itu sudah menghiasai acara infotainment yang mulai tayang sejak pukul 06.30 WIB. Pada siang hingga sore harinya, infotainment kembali menayangkan gosip seru itu.Tidak cuma di infotainment, kasus penyerangan Halimah dan dua anaknya ke rumah Mayang juga muncul di acara-acara kriminalitas seperti Sergap hingga acara berita 'berat' semacam Seputar Indonesia RCTI.Berita-berita itu kian kencang saja pada pagi hari tadi. Semua infotainment edisi pagi memberitakan perkembangan gegeran itu. Apalagi kasus ini telah maju beberapa langkah dengan ditetapkannya Halimah, Panji dan Gendis sebagai tersangka.Sebagian publik juga asyik memperbincangkan peristiwa tersebut. "Apa yang dilakukan Halimah dan anaknya sangat logis," ujar Ifa, warga Pondok Aren, Jakarta Selatan, yang bekerja pada sebuah firma hukum. "Saya termasuk barisan pendukung Halimah," imbuh Ria, warga Pondok Gede, seorang entreprenur. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads