ADVERTISEMENT

Kasus Narkoba, Roby 'Geisha' Akan Jalani Asesmen di BNNK Jaksel Besok

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 13:10 WIB
Roby Geisha
Roby Geisha (Palevi/detikcom)
Jakarta -

Gitaris band Geisha, Roby Satria, masih ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Rencananya, besok Roby 'Geisha' akan menjalani proses asesmen.

"Jadwal asesmennya besok. Yang bersangkutan masih dalam penahanan kita," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Achmad Akbar saat dimintai konfirmasi, Selasa (29/3/2022).

Roby resmi ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan sejak Selasa (22/3) karena kasus ganja. Besok Roby akan dibawa ke kantor BNNK Jakarta Selatan.

"Dibawa ke BNNK Jaksel," kata Akbar.

Diberitakan sebelumnya, gitaris band Geisha, Roby Satria, dan asistennya, AJ, resmi ditahan polisi di kasus ganja. Keduanya ditahan seusai pemeriksaan sebagai tersangka.

"Dari kami tim penyidik, terhitung mulai kemarin kita sudah mengambil langkah penahanan terhadap keduanya. Tentunya ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang berkelanjutan," ujar Achmad di Polres Metro Jaksel, Rabu (23/3/2022).

Dalam kasus ini, kepolisian tidak mengambil restorative justice. Perkara ini akan dilanjutkan ke persidangan berikutnya.

"Maka dengan demikian kami dari tim penyidik tidak mengambil mekanisme restorative justice," kata dia.

Alasan pihaknya tidak mengambil jalan restorative justice adalah berulangnya perbuatan yang dilakukan Roby. itu, Sementara faktor lainnya adalah kuantitas barang bukti yang berkaitan dengan proses penyidikan.

"Proses utamanya adalah penyidikan. Inilah yang kita terapkan dalam perkara ini. Memang mengapa kita tidak mengambil langkah restorative justice, karena salah satu perkembangannya, berulangnya perbuatan yang bersangkutan," kata Achmad.

Roby 'Geisha' dan asistennya, AJ, ditangkap di studio musik di Pancoran, Jaksel, pada Sabtu (19/3). Dari keduanya, disita ganja 8 gram.

Atas perbuatannya itu, Roby Satria dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 (a) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Sedangkan asistennya, AJ, dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider 111 ayat (1) subsider 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

(ain/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT