Satgas Pangan Polri Minta Warga Tak Simpan Minyak Secara Berlebih

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 21:44 WIB
Ilustrasi minyak goreng
Foto: Chuk S Widharsa/detikcom
Jakarta -

Satgas Pangan Polri mengimbau masyarakat tetap bijak berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan tak mudah termakan isu. Polri meminta warga tidak berlebihan menyimpan stok pangan, khususnya minyak goreng curah.

"Belilah kebutuhan secukupnya, jangan berlebihan serta menyimpan stok melebihi kebutuhan, khususnya minyak goreng curah yang saat ini sedang dilakukan upaya stabilisasi oleh pemerintah," ujar Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika kepada wartawan, Senin (28/3/2022).

Selain itu, Helmy mengingatkan pengusaha untuk tidak curang. Dia mengancam akan menindak pengusaha yang memanfaatkan situasi.

"Polri akan bertindak objektif terhadap para pelaku yang akan berbuat curang memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana stok, ketersediaan barang, distribusi tidak mengalami hambatan dan ada di lapangan," tuturnya.

Bahan Pokok Pangan Aman Jelang Ramadan

Lebih lanjut, Helmy menerjunkan tim untuk mengecek secara langsung ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar, distributor, dan sentra-sentra pangan menjelang Ramadan 2022. Tim diterjunkan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajarannya guna memastikan ketersediaan bahan pokok aman.

"Satgas Pangan Polri di pusat dan daerah langsung menindaklanjuti instruksi Kapolri dengan melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait. Satgas juga berkomunikasi dengan para pedagang untuk mendapatkan masukan, termasuk mendengarkan keluhan-keluhan bila ada," terang Helmy.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Helmy memastikan ketersediaan semua bahan pokok pangan aman menjelang bulan puasa. Pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan ketat minyak goreng jenis curah, mengingat ada subsidi dari pemerintah.

"Hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan aman, distribusi lancar dan harga relatif masih sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) ataupun harga acuan serta relatif terjangkau oleh masyarakat," katanya.

Dari hasil sidak tim Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, hari ini, ketersediaan sembilan bahan pokok terpantau aman. Harga juga relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Tim sidak Satgas Pangan melaporkan, harga minyak goreng kemasan sejumlah merek di Pasar Induk Kramat Jati sebesar Rp 25.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kg, bawang merah Rp 24.000-Rp 25.000 per kg, bawang putih bersih Rp 26.000 per kg, bawang bombai Rp 30.000 per kg, cabai merah Rp 35.000 per kg, cabai keriting Rp 26.000 per kg, dan cabai hijau Rp 18.000 per kg.

Simak juga video 'Warga Cianjur Pilih Bikin Minyak Goreng Sendiri dari Kelapa':

[Gambas:Video 20detik]

(drg/aik)