ADVERTISEMENT

Megawati: Saya Pernah Jadi Rakyat Biasa Setelah Bung Karno Dilengserkan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 15:48 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meluruskan anggapan tak berempati karena mengomentari ibu-ibu antre minyak goreng. Megawati lantas bercerita bahwa dirinya pernah menjadi rakyat biasa.

Hal itu diungkapkan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara 'Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng' di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jaksel, Senin (28/3/2022). Megawati hadir secara virtual.

Megawati awalnya menegaskan sangat peduli terhadap kelangkaan minyak goreng. Namun dia khawatir akan nasib anak-anak karena ibu-ibu mengantre minyak goreng.

"Saya sangat peduli. Tapi kan masak kita hanya terus berhenti. Anak-anak kita mau dikasih makan apa ya. Itu pertanyaan saya melihat ibu itu antre. Jam berapa dia ini akan pulang. Terus anak-anaknya sudah dibuatkan makan atau belum ya kalau pulang sekolah. Kalau anaknya kalau sakit bagaimana ya," ujarnya.

Megawati meminta para ibu memikirkan kesehatan anak. Menurutnya, pemberian vitamin sangat penting dilakukan.

"Tolong, ibu-ibu. Kalau ini dengarkan dengan saya katakan dan lakukan, kalau ibu-ibu datang dari PDIP. Ini sangat-sangat apa ya, sangat penting karena badan kita ini butuh vitamin," lanjut Megawati.

Presiden RI ke-5 ini lantas mengatakan pernah menjadi rakyat biasa saat Sukarno lengser. Dia bahkan tidak bisa memberikan vitamin kepada anak-anaknya, lalu kemudian dibuat minuman pengganti vitamin.

"Dulu anak-anak saya waktu kecil itu saya suruh minum apa, karena tentu kalau saya kan hidup saya tidak langsung seperti sekarang ini. Tidak perlulah saya ceritakan. Saya pernah menjadi rakyat biasa setelah ayah saya dilengserkan. Jadi, ketika mungkin untuk membeli antara susu apa yang harus bisa dibuat menjadi vitamin pengganti susu," ujarnya.

"Apa yang saya lakukan. Saya suruh anak-anak saya, saya rebuskan kacang hijau tiap hari minum. Kenapa kacang hijau. Tanya ahli gizi lah. Banyak sebenarnya kalau mau tahu," lanjutnya.

Megawati menegaskan tidak melarang memakai minyak goreng. Dia mengaku hanya prihatin.

"Jangan dimatikan, ibu-ibu, itu hak saya memakai minyak goreng, terserah, terserah. Saya tidak akan melarang. Hanya saya merasa sangat prihatin. Prihatin itu kalau anak-anak sampeyan tidak sehat lahir-batin, tidak cerdas pemimpinnya. Kita minta menjadi negara yang punya generasi emas. Generasi emas dari mana. Coba pikir. Pikir panjang, jangan pikir pendek," kata Megawati.

Simak video 'Megawati Bantah Tak Empati ke Wong Cilik soal Minyak Goreng':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT