Data Dinkes Lebak: 26,75% Warga Masih Mandi-BAB di Sungai

Fathul Rizkoh - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 15:39 WIB
Jamban di atas getek di Lebak, Banten (Fathul-detikcom)
Jamban di atas getek di Lebak, Banten (Fathul/detikcom)
Lebak -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Banten, mengatakan masih ada 354.475 atau 26,75 persen dari total 1,3 juta warga yang buang air besar dan mandi di sungai dan kebun. Warga disebut terpaksa mandi-BAB di kebun gara-gara tak punya toilet layak.

"Cijaku, Cigemblong masih banyak. Di perkotaan juga masih banyak yang 'dolbon' (modol di kebon) atau 'doli' (modol di kali)," ujar Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga pada Dinkes Lebak, Windarti, kepada detikcom, Senin (28/3/2022).

Modol sendiri berarti mandi dan BAB. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Lebak, ada lima kecamatan yang paling banyak belum mempunyai akses jamban. Wilayah itu seperti Kecamatan Cipanas sebanyak 27.377 penduduk.

Kemudian, Kecamatan Malimping sebanyak 21.666 penduduk dan Kecamatan Cileles sebanyak 13.326 penduduk. Selanjutnya, Kecamatan Lebak Gedong sebanyak 12.778 penduduk. Terakhir, Kecamatan Cigemblong sebanyak 12.311 penduduk.

"Bukan hanya karena kebiasaan warga secara turun-temurun tapi juga karena masyarakat kita masih banyak yang belum bisa mengakses jamban dan sanitasi air bersih," tuturnya.

Dia mengatakan banyak warga yang mengalami penyakit kulit seperti gatal-gatal hingga diare. "Iya ada saja (penyakit) karena kan perilaku jorok," jelasnya.

Dia mengatakan Pemkab Lebak mendorong warga agar tidak mandi dan BAB sembarangan di sungai ataupun kebun. Dia berharap Puskesmas bisa mengajak warga hidup sehat.

"Di puskesmas kita melakukan pemicuan, mendorong agar warga bisa mengakses ke jamban sehat. Ya, kita juga dorong agar ada bantuan jamban untuk warga," tuturnya.

Sebelumnya, warga di Lebak, Banten, bercerita soal jamban di atas getek yang sering digunakan warga untuk mandi dan buang air besar. Warga sering menggunakan jamban yang berada di atas sungai itu karena air PAM sering mati.

Jamban itu berada di Sungai Ciujung. Jamban tersebut terlihat jelas dari Jembatan Dua, Jalan Jendral Ahmad Yani, Rangkasbitung, yang merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.

Jamban di atas getek itu biasanya disebut sebagai getek tampian. Warga setempat, Junaedi, mengatakan getek tampian sering digunakan warga untuk mandi dan BAB.

(haf/haf)