Blair Setuju Tarik Pasukan Inggris dari Irak
Selasa, 23 Mei 2006 06:04 WIB
Baghdad - Inggris akan mulai menarik pasukannya dari Irak dalam hitungan minggu. Sebagai gantinya, pasukan Irak akan mengambil alih fungsi keamanan secara penuh.Hal ini disampaikan PM Inggris Tony Blair dalam kunjungan mendadak ke Baghdad, Irak, Senin 22 Mei. Blair mengatakan ingin secepatnya menarik 7.200 tentara Inggris dari Irak tanpa mengurangi tingkat keamanan di Irak."Pada akhir tahun diharapkan keamanan Irak bisa diserahkan sepenuhnya kepada rakyat Irak," ujar Blair seperti dilansir timesonline.co.uk, Selasa (23/5/2006).Kedatangan mendadak Blair ke Baghdad adalah juga untuk mendukung pemerintahan PM Irak yang baru Nouri al-Maliki. Al-Maliki bahkan mengatakan keamanan provinsi Muthana dan Maysan sudah akan diserahkan ke pihak militer Irak, bulan depan. Ada 1.500 pasukan Inggris di dua propinsi itu.Kunjungan ke Irak ini adalah yang kelima kalinya bagi Blair, sejak Saddam Hussein berhasil digulingkan tiga tahun lalu. Dalam kesempatan kali ini Blair mengakui, sulitnya membangun demokrasi di Irak dalam tiga tahun peperangan."Membangun demokrasi telah menjadi lebih lama dan lebih sulit dari yang kita inginkan," akunya. Proses pengambilalihan ini disiapkan melalui Joint Committee to Transfer Security Responsibility. Pejabat Inggris, AS, dan Irak duduk bersama dalam komisi ini. Muthana adalah provinsi berpadang pasir. Sedangkan Maysan adalah provinsi yang berbatasan langsung dari Iran.Seorang pejabat Inggris mengakui akan ada kesulitan untuk menarik pasukan dari Maysan, karena kemanan di perbatasan lebih sulit dijaga. Namun lebih sulit lagi menarik pasukan Inggris dari Basra, yang merupakan basis tentara Inggris dan keamanannya lebih tidak terkendali.
(fay/)











































