ADVERTISEMENT

Kampiun Kontes Burung Macaw Piala Ketua MPR Dihadiahi Motor Listrik

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 27 Mar 2022 21:43 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Lomba Free Fly Burung Parung Bengkok (Macaw) Piala Ketua MPR RI telah digelar pada Sabtu dan Minggu (26-27/3) di Blackstone Beach, Bali. Para peserta memperebutkan hadiah utama tiga motor listrik Bike Smart Electric.

Ada empat kelas yang dipertandingkan dalam perlombaan tersebut, yakni flock Macaw, single macaw, kelas medium, dan kelas beauty contest. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo hadir langsung memberikan trofi dan hadiah kepada para pemenang.

"Lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI menjadi ajang media gathering, silaturahmi dan sarana saling bertukar informasi antar komunitas pecinta burung paruh bengkok," ungkap Bamsoet

"Tiga hadiah sepeda motor dan uang tunai masing-masing sebesar Rp 7 juta dimenangkan Jawa Barat sebagai juara umum, DKI Jakarta, Bali dan Jawa Timur itu diperoleh Fendi juara pertama dari kelas Single Macaw, Atunk juara pertama kelas flock Macaw dan Utama Mandala juara pertama kelas medium. Sementara kelas beauty contest dimenangkan Yusuf Ilyasin mendapatkan trofi juara," sambung Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, habitat asli satwa di dunia banyak mengalami kerusakan. Baik yang disebabkan oleh faktor alam, maupun karena faktor campur tangan manusia, seperti kegiatan penebangan hutan yang semakin intens dilakukan.

"Hingga Januari 2022, Hutan Amazon Brazil yang menjadi habitat bagi beberapa jenis macaw, wilayah yang terdampak deforestasi telah mencapai 430 kilometer persegi. Kerusakan ini lima kali lebih besar dari kerusakan hutan pada tahun 2021. Dari dalam negeri, data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai 354.582 hektar, atau mengalami peningkatan 19,4 persen dibandingkan tahun 2020," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan dari kondisi tersebut, patut diwaspadai peningkatan potensi kebakaran hutan yang disebabkan oleh musim kemarau berkepanjangan. Merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 2022 akan lebih besar, karena musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2021.

"Dengan semakin berkurangnya habitat asli yang dimiliki, maka upaya konservasi satwa secara konvensional dengan melepasliarkan satwa ke habitat aslinya, juga harus tetap mempertimbangkan berbagai faktor risiko. Antara lain dari ancaman perburuan satwa oleh manusia. Perburuan satwa liar yang dilindungi tidak saja dapat menyebabkan kepunahan, tetapi juga mengganggu siklus rantai makanan dan keseimbangan ekosistem hutan," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia ini menambahkan kegiatan penangkaran satwa oleh masyarakat bisa menjadi salah satu solusi mencegah satwa mengalami kepunahan. Cara tersebut dapat menghindarkan dari berbagai faktor risiko, serta memperlakukan satwa sebagaimana mereka hidup pada habitat aslinya.

"Penangkaran satwa ini harus tetap dilakukan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penangkaran satwa juga harus mempertahankan kemurnian jenis satwa, dilakukan dengan izin penangkaran, serta memenuhi standar prosedur pemeliharaan satwa. Karena pada prinsipnya, penangkaran tidak hanya penting untuk menjaga kuantitas populasi, tetapi juga kualitas hidup satwa yang ditangkarkan," ujar Bamsoet.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT