Polisi Lepas Dosen Pengungkap Dugaan Korupsi
Senin, 22 Mei 2006 21:59 WIB
Palembang - Suroso (35) hari ini kembali menghirup udara segar. Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang ini sempat ditahan 4 hari karena dugaan penggunaan narkoba. Diduga dia dijebak karena mengangkat dugaan korupsi di institusinya.Dilepasnya Suroso tidak lepas dari upaya keluarganya memohon tahanan luar terhadap dosen yang dikenal tidak memiliki catatan kejahatan itu. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang Nur Kholis menghargai langkah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) yang melepas Suroso."Kami juga dapat informasi, hasil pemeriksaan pihak Polda, hasil tes urine dan darah menunjukan Suroso tidak terbukti menggunakan narkoba," kata Nur Kholis melalui telepon, Senin (22/5/2006).Suroso ditahan setelah menerima paket narkoba dari seseorang bernama Alex yang beralamat di Jakarta. Suroso tertangkap tangan saat menerima paket ini di halaman Kejaksaan Tinggi Sumsel di Jl Ade Irma Suryani, Palembang, Kamis 18 Mei lalu. Diduga pengiriman narkoba itu merupakan jebakan terhadap Suroso yang tengah mengadukan kasus dugaan korupsi di Politeknik Negeri Sriwijaya. Penangkapan mahasiswa pasca sarjana Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya ini memicu reaksi berbagai pihak terutama LBH Palembang.Menurut Nur Kholis, penangkapan Suroso penuh kejanggalan seperti sebuah skenario yang dirancang dengan bagus. Penangkapan terhadap Suroso berawal dari SMS yang diterima Kapolda Sumsel. Polisi lalu mengecek kiriman ke kantor pos, dan dengan petugas pos mereka mengawal paket ke alamat Pasca Sarjana Unsri."Karena Suroso tidak ada lalu ia ditelepon ke ponselnya sampai akhirnya dia ditangkap di halaman Kejati Sumsel," kata Nur Kholis. Nur Kholis khawatir cara penjebakan terhadap Suroso akan menjadi modus untuk membungkam si whistle blower kasus korupsi. Dia meminta polisi mengusut nomor pengirim SMS karena sejak 28 April lalu, semua nomer ponsel sudah terdaftar di setiap operator. "Tidak ada alasan polisi tidak bisa mencari nomor SMS tersebut. Polisi bisa tahu apakah ini jebakan atau memang dia pengguna narkoba," tegas Nur Kholis.
(fay/)











































