Ferdhi Ramadhan, Down Syndrome Multi Talenta Peraih Segudang Medali

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 27 Mar 2022 07:07 WIB
Jakarta -

Terlahir dengan kondisi down syndrome, Ferdhi Ramadhan (27) atau yang akrab disapa Adi, berhasil lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2018 lalu. Ia mengambil jurusan Jaminan Mutu Pangan dengan mengikuti program vokasi untuk anak berkebutuhan khusus.

Sebelum berhasil menduduki bangku IPB, Adi adalah seorang atlet. Ia sudah cukup banyak mendapatkan medali baik nasional, maupun internasional.

"Ke Canberra, di sana Adi dapat medali apa saja? Medali emas di lompat jauh. Medali perak di bola. Kalau yang tingkat nasional sih, ada yang di Makassar, di Riau. Di Makassar itu Adi ikutnya lompat jauh, lari, itu dapat medali emas semua," ujar Ernim, membantu Adi untuk menjawab pertanyaan dari tim detikcom.

Prestasi Adi bermula saat ia tergabung dalam komunitas SOIna (Special Olympic Indonesia) dari tahun 2003. Sebagai penyandang tuna grahita, Adi yang saat itu berumur 8 tahun semakin banyak mengenal berbagai cabang olah raga atletik. Dengan berbagai dukungan dari lingkungan, Adi pun mulai menampakkan taringnya. Ia menyabet banyak titel juara di berbagai cabang olah raga yang diikutinya.

Namun, dari berbagai medali dan penghargaan yang dipajang, ada salah satu yang menarik perhatian. Yaitu Satyalancana Wira Karya yang diberikan dan ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ini waktu itu dapat medali emas dari Canberra, masih umur 13 tahun, tahun 2008. Karena dapat medali emas itu, dikasih penghargaan oleh Presiden SBY," ujar Ernim, sembari memperlihatkan Satyalancana Wira Karya yang tersimpan rapi.

Bagi Ernim, menjadi seorang down syndrome bukan menjadi hambatan. Ernim selalu menuturkan motivasi bagi anaknya agar terus menjadi orang yang bernilai. Terus aktif bergerak dan beraktivitas adalah kunci utama agar Adi dapat terus mengembangkan diri. Bukan hanya dalam bidang fisik, Adi pun punya ketertarikan terhadap musik.

Di sela-sela irama drum yang dimainkannya, Adi menorehkan senyum kepada semua orang yang melihatnya.

"Ini kelas hobi, bukan reguler. Sebagai anak down syndrome, Adi harus berlatih fokus. Ini adalah salah satu caranya," ungkap Ernim.

Saksikan Juga Sosok Minggu Lalu

[Gambas:Video 20detik]




(nis/vys)