ADVERTISEMENT

Dukung Jokowi, Muzani Sebut Belanja Produk Dalam Negeri demi Rakyat

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 18:53 WIB
Ahmad Muzani
Ahmad Muzani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait APBN tidak boleh dibelanjakan produk luar negeri atau impor. Menurut Muzani, sikap Presiden Jokowi harus didukung penuh seluruh instansi pemerintahan dan juga elite partai.

"Pengadaan barang/jasa tidak boleh impor, pernyataan Presiden itu semua demi kepentingan negara. Supaya APBN kita digunakan sebaik baiknya untuk kepentingan rakyat," kata Muzani dalam keterangannya, Jumat (25/3/2022).

"Sehingga saya kira pesan Presiden itu perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk dari elite parpol. Dengan begitu, kita bisa mengkonversi APBN itu dengan menciptakan lapangan kerja seluas-luas, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi kecil rakyat, seperti UMKM," imbuhnya.

Menurut Muzani, Indonesia saat ini perlu memanfaatkan peluang untuk bisa membangkitkan ekonomi negara pascapandemi COVID-19. Caranya dengan memprioritaskan penggunaan APBN terhadap barang-barang dan jasa produk dalam negeri. Dengan begitu, Muzani menyebut ekonomi dalam negeri akan beranjak tumbuh dan lebih baik dari periode sebelumnya.

"Presiden Jokowi telah memberi instruksi tegas. Harapannya seluruh BUMN dan instansi pemerintah lainnya melaksanakan itu dengan baik dan tertib. Indonesia adalah besar, dengan memprioritaskan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di semua lini pemerintahan, maka itu menjadi sebuah komitmen untuk kita bisa menjadi negara maju dan berdiri di atas kaki sendiri," ujar Muzani.

Wakil Ketua MPR itu menyebut kegiatan impor bisa dilakukan apabila kebutuhan barang yang ada di dalam negeri tidak mencukupi. Sebaliknya, jika barang atau jasa yang hendak dibeli itu tersedia dan mampu diproduksi di dalam negeri, impor tidak boleh dilakukan.

"Konsep ini harus ditumbuhkan dalam stigma dari masing-masing pejabat negara kita. Itu semata-mata demi memberikan insentif bagi pertumbuhan ekonomi negara. Jika kesadaran itu bisa tumbuh di dalam diri kita, saya rasa peningkatan APBN kita dari tahun ke tahun yang akan datang akan lebih baik," kata Muzani.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan kekesalannya saat menghadiri acara Bangga Buatan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3/2022). Jokowi mengatakan, belanja pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian/lembaga, BUMN, hingga pemerintah daerah justru lebih banyak impor dibandingkan produk dalam negeri.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT