Prajogo, Henry & Gontha Diam-diam Kumpul di Bareskrim

Prajogo, Henry & Gontha Diam-diam Kumpul di Bareskrim

- detikNews
Senin, 22 Mei 2006 14:37 WIB
Jakarta - Tiga pengusaha kelas kakap Prajogo Pengestu, Henry Pribadi dan Peter F Gontha diam-diam bertemu Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri Komjen Pol Didi Widayadi. Apa yang dibicarakan mereka masih misterius.Semua pihak yang terlibat pertemuan memilih tutup mulut. Tidak ada satu pun yang bersedia memberikan keterangan, apakah pertemuan tersebut ada kaitannya dengan kabar penyekapan yang terjadi terhadap Prajogo.Berdasarkan kesepakatan yang dilakukan dalam pertemuan, para pengusaha ini dilarang membocorkan isi pertemuan itu kepada wartawan. Mereka meminta wartawan menanyakan langsung kepada Irwasum Irjen Pol Didi Widayadi.Sayang, Didi yang baru keluar dari tempat pertemuan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin, (22/5/2006), juga enggan memberikan penjelasan. Pertemuan itu berlangsung dari pukul 09.45 WIB sampai pukul 13.00 WIB.Bahkan Didi sempat mengelak ikut dalam pertemuan itu. "Saya tidak datang ke pertemuan, saya hanya kencing," elaknya.Hanya Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam saja yang mengakui ada pertemuan antara kelompok Henry Pribadi, Prajogo Pangestu dan Peter F Gontha dengan petinggi polisi.Ketiganya, kata Anton, menemui Wakil Kepala Bareskrim Irjen Pol Gorries Mere yang didampingi Irwasum Komjen Pol Didi Widayadi.Saat dikonfirmasi soal pernyataan Anton, Didi akhirnya mengakui ikut dalam pertemuan itu. "Ya kalau gitu catat saja no comment," selorohnya.Sementara Anton mengungkapkan, pertemuan tersebut digelar dalam rangka menyampaikan semua yang terjadi di antara mereka.Namun Anton membantah pertemuan terkait dengan kabar penyekapan yang menimpa Prajogo. "Tidak ada itu, tidak dibicarakan itu," tuturnya.Sebelumnya sempat beredar isu pada April 2006 Prajogo disekap seorang pengusaha di Hotel Borobudur. Penyekapan tersebut disebut-sebut juga melibatkan polisi bintang dua (irjen) dan seorang polisi berpangkat komisaris besar (kombes)."Tidak ada itu, itu tidak dibicaralan, kita tunggu saja nanti kalau keluar tanyakan saja," kata Anton.Polisi, imbuh Anton, sejauh ini belum menerima laporan penyekapan tersebut. "Nanti kita cek laporannya dari siapa, kita juga ingin tahu," kata dia. (umi/)


Berita Terkait