MUI Belum Mau Ikut Campur Masalah Soeharto
Senin, 22 Mei 2006 13:26 WIB
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mau ikut campur soal kasus mantan Presiden Soeharto yang hingga kini masih kontroversial. Pimpinan MUI mengaku belum memiliki sikap soal itu.Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Fatwa MUI Ma'ruf Amin saat jumpa pers di Kantor MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/5/2006)."MUI belum menganggap hal itu penting untuk dibahas, tapi nanti jika dirasa penting kami akan segera membahasnya," kata Ma'ruf.Meski begitu, Ma'ruf mempunyai pendapat pribadi. Menurutnya, sebaiknya masyarakat Indonesia memaafkan Soeharto, karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk diadili."Pak Harto sudah sakit dan tidak bisa disembuhkan, kalau orangnya sudah seperti itu mau diapakan lagi. Kita harus memaafkan semua orang yang posisinya seperti Pak Harto," tutur Ma'ruf.Dia juga mengatakan, perkara pidana Soeharto boleh dimaafkan, namun jika memang ada uang negara yang masuk dalam harta pribadi boleh saja secara perdata diteruskan."Kalau ada uang negara yang diambil ya harus dikembalikan. Perdata boleh, tapi Pak Harto jangan diapa-apakan," tegasnya.Mengenai tuntutan masyarakat agar Pak Harto minta maaf, dia beranggapan hal itu tidak perlu, yang penting kita sebagai bangsa Indonesia sudah memaafkannya.
(umi/)











































