ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

KAMMI Tegaskan Tak Ada 'Penjinakan' Mahasiswa Usai Ketemu Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 11:19 WIB
Ketua Umum PP KAMMI, Zaky A Rivai. (Dok KAMMI)
Ketua Umum PP KAMMI, Zaky A Rivai. (Dok KAMMI)
Jakarta -

Bersama 11 organisasi kepemudaan lainnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). KAMMI menegaskan pertemuan itu tidak membuat gerakan mahasiswa menjadi 'jinak'.

"Bertemu Presiden, KAMMI bantah tudingan penjinakan gerakan mahasiswa," demikian bunyi keterangan tertulis KAMMI, diterima Suara Mahasiswa detikcom, Jumat (25/3/2022).

KAMMI menjelaskan, pertemuan Kelompok Cipayung Plus dengan Presiden Jokowi bukanlah forum pemberian dana dari Presiden ke mahasiswa. KAMMI bahkan bersumpah tidak menerima duit lewat pertemuan itu.

"Pertemuan Cipayung Plus tersebut murni bicara masalah bangsa. Sebagai eksekutif tertinggi, Presiden-lah yang paling bertanggungjawab atas jalannya negara ini, bukan tentang jilat-menjilat, tidak ada makan siang bersama, dan juga demi Allah tidak ada bantuan secara materi yang diterima oleh saya sebagai Ketua Umum PP KAMMI," tutur Ketua Umum PP KAMMI, Zaky A Rivai, dalam keterangannya.

12 Organisasi yang tergabung dalam Kelpompok Cipayung Plus telah bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/3) kemarin. Kelompok Cipayung Plus menyampaikan keresahan masyarakat terkait banyak isu yang bikin resah selama ini.

"Kelompok Cipayung Plus menyampaikan apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini, terutama terkait stabilitas harga bahan pokok, menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden,hingga evaluasi kinerja Menteri, hal ini sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan KAMMI saat menggelar aksi didepan Istana waktu lalu," kata Zaky A Rivai.

Isu minyak goreng tak luput dari pembahasan. KAMMI dan organisasi lainya meminta agar Jokowi menindak pihak-pihak yang bikin susah banyak orang dalam krisis minyak goreng.

"Agar Presiden dengan kekuasaannya bisa menindak oknum-oknum yang disinyalir mempersulit masyarakat," tegasnya.

Secara khusus KAMMI tetap tidak setuju dengan pemindahan Ibu Kota Negara untuk saat ini. Untuk saat ini, pemulihan ekonomi yang porak-poranda gara-gara pandemi COVID-19 tetap harus diprioritaskan ketimbang proyek IKN.

Sebagaimana diberitakan detikcom sebelumnya, audiensi Kelompok Cipayung Plus dengan Jokowi dihadiri 12 organisasi sebagai berikut:

1. Raihan Ariatama, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI);
2. Jefri Gultom, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI);
3. Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII);
4. Benidiktus Papa, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI);
5. I Putu Yoga Saputra, Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI);
6. Abdul Musawir Yahya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (DPP IMM);
7. Wiryawan, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI);
8. Muhammad Asrul, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND);
9. Rafani Tuahuns, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII);
10. Iqbal Muhammad Dzilal, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS);
11. Zaki Ahmad Rivai, Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI); dan
12. Arjuna Putra Aldino, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI).

Turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

(dnu/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT