ADVERTISEMENT

Putin Akan Hadiri KTT G20, Legislator Minta RI Tak Takut Tekanan Barat

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 10:21 WIB
Dave Laksono.
Dave Laksono (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung sikap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang menyebut akan mengundang semua anggota G20, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dalam forum KTT G20 di Bali. Dave menyebut kehadiran Putin menjadi kesempatan para pemimpin dunia untuk berunding.

"Justru dengan kehadiran Putin malah membuat kesempatan kepada para pemimpin dunia tersebut untuk berunding," kata Dave kepada wartawan, Jumat (25/3/2022).

Ketua DPP Golkar itu menyebut semua negara yang terlibat dalam forum internasional G20 memiliki posisi yang sejajar. Menurutnya, forum tersebut tak bisa digunakan untuk menimbulkan permusuhan sesama anggota.

"G20 adalah sebuah persatuan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang maju di dunia. Semua adalah sejajar dan tidak bisa forum ini digunakan untuk membuat permusuhan dengan sesama anggota," kata dia.

Dia mendorong sikap kukuh pemerintah RI di tengah penolakan AS dan sekutu Barat yang menolak kehadiran Putin di forum tersebut. Alih-alih, dia meminta pemerintah RI mesti proaktif meyakinkan anggota G20 bahwa forum tersebut merupakan forum ekonomi.

"Jadi jangan kita takut dan mau ditekan oleh negara-negara Barat yang memusuhi Putin sejak awal," ujarnya.

"Kita harus bisa proaktif meyakinkan semua anggota bahwa ini forum ekonomi, bukan forum politik," lanjutnya.

Kemlu Buka Suara soal Rusia di G20 Bali

Untuk diketahui, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin akan menghadiri KTT G20 yang akan berlangsung di Bali. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan Indonesia sebagai ketua presidensi tahun ini mengundang semua negara anggota.

"Sebagai presidensi, tentunya dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20, bahwa diplomasi Indonesia selalu didasarkan pada prinsip-prinsip, based on principal," kata Duta Besar RI sekaligus Stafsus Program Prioritas Kemlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Triansyah Djani, dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (24/3/2022).

Tri mengatakan Indonesia dalam setiap forum internasional selalu berpegang teguh pada aturan. Begitu juga saat mengetuai G20 tahun ini.

"Indonesia dalam mengetuai berbagai konferensi atau forum atau organisasi, baik itu dalam konteks badan-badan PBB pada saat kami memimpin dewan keamanan di PBB atau ASEAN atau organisasi lainnya, selalu berpegang pada aturan, prosedur yang berlaku, demikian juga di G20," jelasnya.

Tri kembali menegaskan Indonesia sebagai presiden G20 tahun 2022 mempunyai kewajiban mengundang semua anggota. Dia menegaskan bahwa agenda utama G20 adalah pemulihan ekonomi global.

"Oleh karena itu, memang kewajiban untuk semua presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya. Saya ingin underline juga seperti yang saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa pentingnya kita semua fokus di G20 untuk menangani global recovery, yang merupakan prioritas banyak penduduk di dunia ini," katanya.

(fca/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT