ADVERTISEMENT

5 Pria Ditangkap Terkait Kapal Karam yang Tewaskan 2 PMI di Sumut

Datuk Haris Mo - detikNews
Jumat, 25 Mar 2022 04:37 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: andi saputra
Jakarta -

Polisi menangkap lima orang pria terkait karamnya kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal hingga dua di antaranya tewas di perairan Asahan, dan Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kelima orang yang ditangkap itu terdiri dari nakhoda hingga anak buah kapal (ABK).

"Hasil pendalaman Ditreskrimum bekerjasama dengan teman-teman semuanya, kita berhasil menangkap para nakhoda dan awak kapal. Di sana, ada lima orang yang sudah ditangkap pada tanggal 22 Maret," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Kamis (24/3/2022).

Panca menyebutkan mereka yang ditangkap adalah H alias S selaku nakhoda kapal. Kemudian, RD selaku anak buah kapal, DS selaku mekanik. Selanjutnya RD selaku juru masak dan saudara RR selaku pemilik tempat penampungan. Selain mereka, petugas juga tengah memburu beberapa orang lainnya.

"Masih ada beberapa orang lagi yang kita lakukan pencarian terhadap para pelaku yang mengorganisir. Yang pertama adalah, saudara R selaku pemilik rumah penampungan. Kemudian saudara ST selaku koordinator dan SM selaku pemilik kapal," sebut Panca.

"Ini akan kita kejar, 3 orang lagi termasuk yang merekrut kita berkoordinasi dengan polda-polda tempat asal mereka untuk melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap para rekrutment yang ada di daerah asal," ujar Panca.

Panca menyebut kejadian pengiriman WNI sebagai PMI ilegal khususnya dari wilayah Sumatera Utara sudah beberapa kali terjadi. Panca pun menegaskan kejadian serupa tak boleh terjadi kembali ke depan.

"Pada kesempatan ini saya harus tegas menyampaikan ke depan bahwa ini tidak boleh terjadi. Saya bersama-sama Kejati (Sumut) akan memberikan sanksi sebesar-besarnya termasuk menerapkan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang. Karena aliran dana harus kita cek untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Siapa pun para pelaku yang mencoba bermain, membantu melakukan kegiatan pengiriman pekerja migran ke negara tetangga secara ilegal akan berhadapan dengan hukum," sebut Panca.

Sebelumnya diberitakan, kapal yang membawa PMI ilegal karam di perairan Asahan, Sumatera Utara. Komandan Pos Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungbalai Asahan Ady Pandawa mengatakan peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (19/3) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Laporan yang kami terima, ada kapal kayu nelayan bermuatan 89 orang PMI ilegal berangkat dari wilayah perairan Asahan menuju Malaysia karam. Saat ini masih proses evakuasi," kata Ady Pandawa

(dhm/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT