Marak Kasus Robot Trading-Money Game, Anggota DPR Kritik Bappebti

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 18:19 WIB
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid
Nusron Wahid. Foto: Dok. BNP2TKI
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mengkritik Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait maraknya kasus robot trading dan money game. Nusron meminta Bappebti dikembalikan ke khittahnya, yakni untuk mengembangkan pasar komoditi berjangka.

"Jangan kayak sekarang, malah menfasilitasi bisnis 'perjudian' yang berbau money game, kripto lah, forex lah, indeks lah, digital currency lah. Ini bukan tugas pokok, yang pokok itu pengembangan forward trading komoditi unggulan. Maka lebih baik, kembalikan saja ke khittahnya, supaya ada manfaatnya buat masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Nusron Wahid dalam RDP Komisi VI DPR RI dengan Bappebti, Kamis (24/32022).

Nusron mengaku heran dengan fokus kerja Bappebti Kemendag saat ini yang sibuk mengurusi hal-hal, yang menurutnya, tidak diperlukan. Menurut dia, Bappebti justru mengabaikan hal yang mendesak dan diperlukan Negara ini.

"Bappebti terkesan didikte pemain dan hanya terjebak mengurusi 'tren kekinian' dan musiman yang tidak ada kaitan dengan fundamental perekonomian nasional," ujar Nusron menyindir.

Wakil Ketua Umum PBNU ini mengatakan yang fundamental bagi Bappebti adalah mengembangkan pasar bursa berjangka komoditi, berbasis komoditi unggulan, yang jelas-jelas transaksinya ada di Indonesia. Dia mencontohkan komoditi CPO, kopi, kakau, karet, ikan, baja, timah, nikel dan batubara.

"Ini yang harus dikembangkan," ujar Nusron.

Nusron menjelaskan, bursa berjangka tidak akan jalan kalau bukan pasar berjangka fisik sebagai underlying transaksinya. Tidak seperti sekarang, di mana bursanya sibuk hanya dagang forex dan indeks.

"Bahkan sekarang mau masuk ke kripto, yang transaksi realnya tidak jelas, dan berpotensi capital outflow," ujarnya.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini menambahkan, Indonesia harus berani meniru China, dengan menutup semua jenis perdagangan digital yang cenderung money game yang tidak ada fundamental dan underlying transaksinya. Nusron pun menyarankan Bappebti untuk tidak takut dianggap ketinggalan.

"Sebab ini hanya tren sesaat. Tidak ada yang diuntungkan dalam konteks perekonomian dalam perdagangan ini. Hentikan trading forex dan indeks di bursa komoditi kita," tandasnya.

(tor/van)