Radius 7 Km dari Merapi Tetap Harus Dikosongkan
Senin, 22 Mei 2006 11:12 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas dan guguran lava pijar. Masyarakat tetap diminta mengosongkan daerah di sekitar aliran sungai dengan radius 7 kilometer (km) dari Merapi.Demikian disampaikan Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subdandrio di kantornya, Jalan Cendana, Yogyakarta, Senin (22/5/2006).Pukul 00.00-06.00 WIB pagi tadi, Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas sebanyak 4 kali. Sedangkan guguran lava sebanyak 49 kali.Awan panas sebagian besar masuk ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimal 2 km.Sedang asap sulfatara yang berwarna putih tebal dengan tekanan sedang tinggi maksimum 300 meter teramati dari pos Kaliurang, pada pukul 05.50 WIB. Ini berarti lebih pendek dari hari sebelumnya, yang mencapai 1.200 meter.Awan panas dominan masuk ke Kali Krasak dan Boyong serta beberapa aliran sungai yang lain seperti Kali Bedhog dan Gendol."Dalam radius 7 km, dan dalam jarak 300 meter dari tebing kanan kiri sungai agar tetap dikosongkan. Karena itu berpotensi terancam awan panas yang meluncur melalui alur sungai," imbau Subandrio.Sedangkan pada Minggu 21 Mei kemarin, total awan panas yang terjadi sebanyak 44 kali. Sementara gempa guguran sebanyak 248 kali.Semua tetap mengarah ke Kali Krasak dan Boyong dengan jarak maksimal 3,5 km. Namun ada pula yang masuk ke Kali Gendol dengan jarak luncur 1 km.Cuaca sejak Minggu malam hingga Senin dini hari cerah.
(iy/)











































