Kapal Nelayan dari NTT Tenggelam di Perbatasan Australia, 9 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 16:35 WIB
Kemenlu RI memastikan 14 anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal Long Xing milik China yang bersandar di Korea Selatan akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. Kepulangan para awak kapal tersebut dilakukan setelah sebelumnya melewati proses karantina wajib.
Judha Nugraha (Foto: 20detik)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan kapal nelayan KM Kuda Laut yang berlayar dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) tenggelam di perbatasan Australia. Sebanyak 9 orang nelayan WNI dilaporkan tewas.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/3/2022) lalu. Kapal itu tenggelam saat mencoba untuk mengubah haluan.

"Pada tanggal 18 Maret 2022, KM Kuda Laut tenggelam ketika berubah haluan untuk kembali ke Indonesia di wilayah laut perbatasan antara Indonesia dan Australia," kata Judha Nugraha dalam jumpa pers virtual, Kamis (24/3).

Judha menyebut kapal ini membawa 12 nelayan. Kapal nelayan itu berangkat dari Rote Ndao untuk mencari ikan.

"KM Kuda Laut ini berawakkan 12 orang berlayar dari Pelabuhan Rote Ndao NTT untuk mencari ikan. Sejak informasi kecelakaan ini diterima kami telah berkoordinasi dengan KRI di Darwin, Basarnas, KKP dan otoritas Australia melalui perwakilan kita," katanya.

3 ABK Selamat

Judha menambahkan, sebanyak 3 ABK ditemukan selamat. Ketiganya ditemukan oleh pesawat patroli Australia.

"Pada tanggal 20 Maret, pesawat patroli Australia dapat mendeteksi 3 nelayan kita di puing-puing kapal, kapal tersebut diselamatkan oleh kapal barang berbendera Singapura dan kemudian dipindahkan ke kapal Patroli Australia," sebutnya.

Juda menyebut 1 nelayan dalam kondisi kritis dibawa dengan pesawat sementara 2 lainnya diangkut dengan kapal.

"Kemudian pada tanggal 22 (Maret), 2 nelayan, yang 1 karena kritis diterbangkan dengan helikopter, yang 2 nelayan telah tiba di Pelabuhan Darwin pada tanggal 22 Maret. Dari 3 nelayan tersebut kita peroleh informasi bahwa 9 ABK lainnya telah meninggal dunia," sebutnya.

Selain itu, Judha mengatakan, salah satu ABK yang selamat itu terpapar COVID-19. ABK itu, kata Judha, akan dipulangkan apabila kondisinya sudah membaik.

"Salah satu nelayan kita terpapar COVID, Kemlu beserta perwakilan RI juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan juga Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk penyampaikan informasi ini kepada keluarga termasuk verifikasi identitas," sebutnya.

Lihat juga video 'Australia Bakar Kapal Nelayan Indonesia, Ini Sikap KKP':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/idn)