DPRD Desak Rencana Pelesiran Walkot Pekanbaru ke Mesir Dibatalkan!

ADVERTISEMENT

DPRD Desak Rencana Pelesiran Walkot Pekanbaru ke Mesir Dibatalkan!

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 15:23 WIB
Anggota DPRD Pekanbaru desak rencana plesiran Walkot dibatalkan
Anggota DPRD Pekanbaru mendesak rencana pelesiran Walkot dibatalkan. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Wali Kota Pekanbaru Firdaus minta izin kepada Gubernur Riau dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan kunjungan ke Mesir. Anggota DPRD Pekanbaru meminta agar agenda itu dibatalkan.

"Jadi berangkat juga? Saya sudah usulkan dibatalkan. Sejak awal saya sudah bilang batalkan, tentu sangat disayangkan," ujar anggota DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan, kepada detikcom, Kamis (24/3/2022).

Ruslan secara tegas minta kunjungan itu dibatalkan. Alasannya, sangat banyak persoalan yang tidak dituntaskan jelang akhir masa jabatan Firdaus yang tinggal 2 bulan lagi.

"Itu nggak patut, orang lagi susah. Tukin (tunjangan kinerja) tidak dibayar, TPP (tambahan penghasilan pegawai) tidak dibayar, tenaga THL tidak dibayar. Kenapa menghambur-hamburkan APBD lagi. Pihak ketiga juga Rp 100 miliar tunda bayar," kata Ruslan.

Meskipun sudah mengajukan izin, politikus PDI Perjuangan itu minta Wali Kota mempertimbangkan lagi kunjungannya ke Mesir. Ia berharap Firdaus mengutamakan kepentingan rakyat.

"Harapan kita dibatalkan, jangan berangkat. Lebih bagus bayarkan yang tunda bayar, kewajiban kepada rakyat kan masih banyak tertunda. Bahkan insentif nakes juga tertunda, kan bisa dialihkan ke sana," katanya.

Kunjungan Wali Kota Dinilai Tidak Relevan dan Untuk Healing Akhir Jabatan

Pengamat Sosial Universitas Riau, Saiman Pakpahan, mengatakan agenda kunjungan Firdaus ke Mesir sudah tidak relevan lagi. Sehingga kunjungan ke Mesir dinilai hanya untuk jalan-jalan.

"Itu tidak relevan dengan apa yang terjadi di Pekanbaru. Dia dua periode dan ini adalah periode terakhir. Jadi terlihatnya ini seperti menghilangkan paniknya ketika mau habis (masa jabatan) dengan jalan-jalan," terang Saiman.

Saiman menilai Firdaus tidak berempati pada situasi masyarakat saat ini. Sebab, dana yang digunakan adalah dana APBD, tapi tidak akan ada manfaatnya untuk masyarakat.

"Wali Kota ini tak paham membaca cara berpemerintahan. Kita lihatnya ini hanya pelesiran tanpa membawa apa pun untuk kebaikan Kota Pekanbaru, sementara itu pakai dana APBD. Apa mau kalau pakai dana pribadi? Pasti tidak mau," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Unri tersebut.

"Kelihatannya dia pengin healing dengan keadaan dia yang sudah di ujung periode. Kalau bilang untuk urusan masyarakat di Pekanbaru, tidak ada urusan. Lebih baik menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas," kata Saiman.

Diketahui, Wali Kota Firdaus mengajukan izin kepada Gubernur Riau untuk melakukan kunjungan ke Mesir akhir Maret ini. Dalam kunjungan, Firdaus turut membawa pejabat dan kepala dinas.

Izin itu sudah diterima Pemprov Riau dan diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya izin akan diproses sebelum akhirnya diperbolehkan berangkat sesuai jadwal akhir Maret.

Lihat juga video 'Sudah Dilunasi, Vendor Kembalikan Kursi Pimpinan DPRD Pekanbaru':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT