ADVERTISEMENT

Dubes Inggris Ajak RI Lawan Disinformasi Rusia Terkait Invasi ke Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 00:40 WIB
Dubes Inggris Owen Jenkins
Dubes Inggris Owen Jenkins (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengajak seluruh pihak melawan berita bohong atau disinformasi yang dilakukan Rusia terkait invasi ke Ukraina. Owen menyebut kampanye disinformasi yang dilakukan Rusia juga terjadi di Indonesia.

"Dan sementara semua itu terjadi, saat Rusia telah menyebabkan bencana ini, kami telah melihat gelombang disinformasi dari Rusia dan sumber-sumbernya. Pada saat itu kita telah melihat lebih dari 100 cerita palsu dan mengganggu dari Kremlin untuk mencoba dan menjustifikasi perang yang tidak dapat dibenarkan ini dan mengalihkan perhatian dari kesalahan mereka sendiri," kata Owen Jenkins dalam keterangannya, Rabu (23/3/2022).

Owen mengaku mendengar begitu banyak kebohongan dari pemerintah Putin, untuk menutupi skala konflik dan tanggung jawab Rusia. Rusia mengatakan selama berbulan-bulan mereka tidak akan menyerang Ukraina.

"Mereka mengatakannya di sini di Jakarta, di Moskow, di New York, mereka juga mengatakannya di semua lembaga internasional yang kami anggap penting. Dan mereka berbohong. Mereka kemudian menyerbu," ujarnya.

Perang yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina menurut Owen jelas masalah benar dan salah. Rusia diminta bertanggung jawab atas krisis dan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung saat ini.

Menurut Owen, perang Putin di Ukraina tidak dapat diabaikan. Seluruh pihak dinilai Owen memiliki tanggung jawab untuk tidak bersikap netral.

"Itulah sebabnya 141 negara termasuk Inggris dan Indonesia berdiri bersama di Majelis Umum PBB untuk mengutuk invasi Rusia. Dan kami melakukan itu karena semua negara itu tahu bahwa kami tidak dapat membiarkan imperialisme ekspansionis Putin bisa berjalan begitu saja tanpa rintangan-kami harus bekerja sama untuk memastikan bahwa invasi Putin gagal," ucapnya.

Simak Video 'Dubes Lyudmila: Kami Terima Kasih ke Indonesia Tak Ikut Kampanye Anti-Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT