ADVERTISEMENT

Diduga Depresi, Pria di Bangli Bali Tewas Gantung Diri Jelang Menikah

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 22:34 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bangli -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, bernama I Ketut Segara (26) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menjelang pernikahan. Dia diduga depresi karena persiapan menikahnya belum maksimal.

"Diduga korban depresi dan beban untuk mempersiapkan upacara pernikahannya yang semakin mendekat namun persiapan belum maksimal," kata Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (23/3/2022).

Sarta mengungkapkan pada Selasa (22/3) sekitar pukul 23.00 Wita, calon istri korban Kadek Somiani (18) mulai beristirahat dan tidur bersama korban. Mereka beristirahat dan tidur setelah selesai rembuk keluarga guna membahas persiapan pernikahan.

Kemudian sekitar pukul 04.00 Wita, Kadek Somiani terbangun dan mendapati korban sudah tidak ada di sampingnya. Kadek Somiani kemudian menghubungi ponsel milik korban, tapi tidak ada jawaban.

Sekitar pukul 06.00 Wita, Kadek Somiani pulang ke rumah orang tuanya untuk mengecek keberadaan korban. Sayangnya, dia tak menemukan calon suaminya di rumah.

Selanjutnya sekitar pukul 07.15 Wita, Kadek Somiani mendapat informasi dari keluarga bahwa calon sumainya telah meninggal dunia karena gantung diri di pohon nangka. Calon suaminya ditemukan tewas tergantung di kebun milik warga setempat bernama Guru Jemawan.

Korban tewas gantung diri pertama kali ditemukan oleh pelajar bernama Ketut Gorsi (14) sekitar pukul 07.00 Wita. Ketut Gorsi saat itu berada di dalam kelas SMP SATAP 4 Kintamani kemudian melihat korban tewas gantung diri saat menoleh ke arah luar. Saat itu, Ketut Gorsi langsung berteriak memberi tahu teman dan warga sekitar.

Sarta mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah oleh tim medis, ditemukan luka jeratan pada leher jenazah. Pada jenazah juga ditemukan dengan pupil melebar, terdapat cairan sperma dan kencing di kemaluan serta tidak ditemukan tanda kekerasan.

"Berdasarkan hasil interogasi saksi-saksi, olah TKP dan berdasarkan keterangan medis yang melaksanakan visum luar jenazah menyatakan bahwa benar korban meninggal akibat gantung diri di pohon nangka," jelasnya.

Korban gantung diri menggunakan seutas tali nilon warna biru dengan panjang 2 meter. Sarta menyebut pihak keluarga telah mengikhlaskan serta menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT