ADVERTISEMENT

KPK Jebloskan Eks Dirut Sarana Jaya ke Lapas Sukamiskin

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 16:58 WIB
Mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan dituntut 6 tahun dan 8 bulan penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.
Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Yoory akan menjalani hukuman selama 6 tahun 6 bulan penjara terkait kasus lahan rumah DP Rp 0.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 72/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt.Pst tertanggal 24 Februari 2022 yang berkekuatan hukum dengan terpidana Yoory Corneles.

"Eksekusi terpidana Yoory Corneles. Terpidana akan menjalani pidana penjara di Lapas Kelas I-A Sukamiskin selama 6 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani sebelumnya," kata Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Ali menyebut Yoory juga dihukum membayar denda sebesar Rp 500 juta. Apabila tidak kunjung dibayar, akan diganti dengan pidana selama 6 bulan penjara.

"Adanya kewajiban pembayaran pidana denda sebesar Rp 500 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar Ali.

Diketahui, Yoory Corneles Pinontoan divonis 6 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Yoory dinyatakan bersalah memperkaya orang lain terkait pembelian tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Yoory Corneles telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar hakim ketua Saifuddin Zuhri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (24/2).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan pidana dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," imbuhnya.

Adapun hal yang memberatkan terhadap Yoory ialah Terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi kolusi dan nepotisme. Kemudian Terdakwa sebagai pejabat negara Dirut Sarana Jaya yang menjalankan program Pemprov DKI Jakarta dapat merusak kepercayaan terhadap lembaga pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta.

Sedangkan hal yang meringankan, Terdakwa mengaku belum pernah dihukum, Terdakwa punya tanggungan keluarga. Kemudian Terdakwa tidak menikmati dan Terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

Yoory melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(whn/drg)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT