LIVE! Adu Perspektif: Antara Politik Komoditas dan Gorengan Komoditas Politik

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 16:02 WIB
Jakarta -

Reaksi masyarakat akibat raibnya minyak goreng di Indonesia ibarat tikus mati di lumbung padi. Pasalnya, di negara yang sering disebut sebagai salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, rakyatnya justru kelimpungan mencari produk turunan sawit itu.

Kelangkaan komoditas yang diikuti oleh kenaikan harga terjadi berulang. Bukan hanya minyak goreng, beberapa waktu yang lalu publik juga merasakan gejolak harga kedelai. Pemerintah bahkan memprediksi kenaikan sejumlah harga komoditas hingga 2030.

Gonjang-ganjing harga komoditas tentu tidak hanya berakibat pada tekanan ekonomi bagi masyarakat, tapi juga punya ekses politik serius. Belum lagi kebutuhan kita yang tinggi akan barang impor membuat harga komoditas menjadi amat dinamis mengikuti kondisi politik dunia. Perang dagang, invasi militer, sampai blokade ekonomi ternyata juga berdampak di seluruh dunia.

Belakangan, banyak juga yang mengendus persoalan minyak goreng bukan hanya karena urusan ekonomi. Menghilangnya minyak goreng memunculkan banyak asumsi, mulai adanya dugaan mafia hingga sabotase politik.

Adu Perspektif malam ini mengupas langkanya minyak goreng dengan topik 'Antara Politik Komoditas atau Komoditas Gorengan Politik' Rabu, 23 Maret 2022, pukul 20.00 WIB secara langsung di detikcom. Sejumlah narasumber kami undang, yakni Rizal Ramli (mantan Menko Perekonomian), Boni Hargens (analis politik), Didik Rachbini (Rektor Universitas Paramadina), dan Luluk Nur Hamidah (anggota Komisi IV DPR F-PKB).

(edo/ids)