Kesaksian Penumpang Saat Dievakuasi dari KRL: Banyak Anak Nangis

Kesaksian Penumpang Saat Dievakuasi dari KRL: Banyak Anak Nangis

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 15:08 WIB
Proses evakuasi saat KRL rute Cakung-Jatinegara sempat terkendala (Dok. Ocky Pradikha Riadi)
Proses evakuasi saat KRL rute Cakung-Jatinegara sempat terkendala. (Dok. Ocky Pradikha Riadi)
Jakarta -

KRL rute Cakung-Jatinegara sempat 'mogok' di tengah perjalanan karena mengalami gangguan listrik. Penumpang di dalam KRL tersebut menceritakan pengalaman selama satu jam menunggu sebelum akhirnya dievakuasi.

Salah satu penumpang KRL, Ocky PR, membeberkan sebenarnya kereta itu sudah hampir tiba di Stasiun Jatinegara. Namun, tiba-tiba hujan deras mengguyur dan seketika kereta berhenti.

"Awalnya kereta sudah hampir sampai di Stasiun Jatinegara. Dan ternyata di Jakarta hujan deras. Tiba-tiba kereta berhenti mendadak sebelum tiba di Jatinegara," ujar Ocky saat dihubungi, Rabu (23/3/2022).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ocky mengatakan dirinya dan penumpang lain harus menunggu selama satu jam sebelum dievakuasi. Dia menyebut mereka menunggu ada KRL yang mengarah ke Jakarta Kota.

Setelah itu, KRL lain tiba. Ocky menjelaskan proses evakuasi turut menggunakan kursi penumpang berwarna hijau sebagai pijakan para penumpang untuk pindah ke kereta sebelah.

ADVERTISEMENT

"Kita menunggu hampir satu jam baru ada proses evakuasi," ucapnya.

Lebih lanjut, Ocky menggambarkan situasi di dalam kereta sebelum bantuan evakuasi datang. Dia mengatakan situasi di dalam kereta panas saat KRL 'mogok. Banyak anak-anak yang menangis akibatnya.

"Kalau pingsan nggak ada. Cuman di peron saya, anak-anak pada nangis karena panas. Mau dibuka jendelanya tapi hujan deras," tutur Ocky.

Ocky mengungkapkan KRL yang menjadi tempat evakuasi itu sebenarnya sudah dipenuhi penumpang. Alhasil, KRL itu penuh sesak.

"KRL yang jadi tempat evakuasi penuh sesak. Tapi cuman sampai Manggarai saja. Setelahnya sudah aman," katanya.

Sudut Pandang Penumpang KRL yang Jadi Tempat Evakuasi

Dihubungi terpisah, penumpang dari KRL yang menjadi tempat evakuasi, Geby Dwi Amalia, tiba-tiba mendengar sebuah pemberitahuan, di mana tiga gerbong di bagian belakang harus dikosongkan. Rencananya, seluruh penumpang KRL yang mogok akan pindah ke tiga gerbong tersebut.

"Kereta yang saya tumpangi ini ada pemberitahuan ngosongin 3 gerbong ke belakang untuk evakuasi kereta yang berhenti. Evakuasinya dengan cara tadi lewat kursi kereta," papar Geby.

Geby mengatakan KRL yang dia tumpangi langsung penuh karena menerima penumpang dari KRL yang terkendala. Pasalnya, sejak awal, kereta yang Geby tumpangi sudah penuh.

"Kereta yang saya tumpangi memang sudah penuh dari awal jalan. Jadi menuhin semua gerbong," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan Geby, banyak penumpang dari kereta yang terkendala yang sudah dalam kondisi lemas. Dia turut mendengar keluhan dari ibu-ibu di dalam KRL.

"Kalau yang saya amati, nggak ada yang sakit serius. Tapi mendengar keluhan dari ibu-ibu penumpang kereta sebelah katanya ada anak bayi yang menangis selama di dalam kereta dan kebanyakan memang kondisinya lemas," terang Geby.

Untuk itu, Geby berharap KAI Commuter ke depannya melakukan pengecekan terhadap KRL lebih rutin lagi. Geby mengapresiasi seluruh petugas KRL yang bekerja dengan baik saat proses evakuasi.

Sebelumnya, penumpang KRL rute Cakung-Jatinegara mengeluhkan perjalanan kereta yang terhenti sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. KAI Commuter memberi penjelasan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan perjalanan KRL di rute itu terhenti karena ada gangguan listrik. Gangguan terjadi di antara Stasiun Cakung dan Stasiun Jatinegara.

"KAI Commuter memohon maaf atas kendala operasional perjalanan KRL pada lintas Jatinegara-Cakung sekitar pukul 11.15 WIB. Kendala operasional tersebut terkait listrik aliran atas (LAA) yang padam di jalur antara Stasiun Cakung-Stasiun Jatinegara," ujar Anne dalam keterangannya, Rabu (23/3).

Saksikan d'Mentor Terbaru: Sukses Jualan di Media Sosial

[Gambas:Video 20detik]



(drg/dhn)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads