ADVERTISEMENT

Harga Sejumlah Bahan Pangan di Pasar Depok Diperkirakan Naik Jelang Puasa

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 23 Mar 2022 12:52 WIB
Pasar di Depok
Pasar di Depok (Dwirahmawati/detikcom)
Depok -

Harga sejumlah bahan pangan di pasar wilayah Depok mulai naik menjelang Ramadan pada April mendatang. Bahan pangan yang diperkirakan akan naik adalah cabai hingga daging ayam.

Seorang pedagang sayur di Pasar Pal Tugu, Rita (52), mengatakan biasanya cabai akan mengalami kenaikan cukup signifikan mendekati bulan puasa. Cabai rawit diperkirakan bakal naik hingga Rp 20 ribu per kilogram.

"Cabai naik-turun, tapi minggu depan nggak tahu ya mendekati Ramadhan biasanya meledak. Cabai rawit bisa Rp 60 ribu ke Rp 70-Rp 80 ribu per kilogram," papar Rita saat ditemui di lokasi, Rabu (23/3/2022).

Rita mengaku hanya bisa pasrah dengan kenaikan harga bahan pangan. Dia berharap tidak ada kenaikan harga nantinya.

"Mudah-mudahan lah jangan naik. Sepi beneran ini, selama COVID-19 pendapatan turun 50 persen," sambungnya.

Hal serupa dialami Agus Wardoyo (31), pedagang daging ayam. Dia mengatakan harga daging ayam sudah mulai naik Rp 5.000 per kilo.

"Pokoknya kenaikan Rp 5.000 per jenis ayam. Kalau dada ayam biasanya per kilo Rp 50 ribu, sekarang Rp 55 ribu. Dari supplier sendiri sudah naik, sekarang mah nggak ada yang murah. Semua bahan pokok sudah naik jelang Ramadan. Biasanya nanti Ramadan naik lagi, tapi ini sudah digencet dari awal," kata Agus.

Sementara kenaikan harga bahan pangan juga disampaikan pedagang sembako, Opi (37), dan penjual tempe, Jojo (40), penjual tempe di Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok. Menurut Opi, kenaikan tertinggi ada pada minyak goreng.

"Minyak yang harganya paling tinggi karena sudah gak ada HET. Terakhir masih Rp 36 ribu untuk 2 liter sekarang Rp 50 ribu. Yang curahnya (dulu) Rp 20 ribu sekarang Rp 24 ribu," kata dia.

Sementara itu, kata Opi, harga bahan sembako yang lain, seperti terigu, gula pasir, dan mie instan, naik tapi masih dalam batas normal.

"Naik 10 persen, kalau terigu, gula, telur, kopi renceng, Indomie naik, tapi gak terlalu signifikan," lanjutnya.

Jojo mengatakan, untuk mengakali harga tidak naik, dia mengecilkan ukuran tempe. Sehingga harga jual tetap Rp 10 ribu untuk 8 ons.

"Sebenarnya naik, tapi diakalin dikurangi ukurannya. Tempe masih Rp 10 ribu untuk 8 ons," tutupnya.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT