Pensiunan Laporkan Pengurus Koperasi Krakatau Steel soal Dugaan Penggelapan

M Iqbal - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 16:29 WIB
Konferensi pers pensiunan Krakatau Steel (Iqbal-detikcom)
Konferensi pers pensiunan Krakatau Steel (Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Pensiunan PT Krakatau Steel melaporkan manajemen Primer Koperasi Krakatau Steel (Primkokas) ke polisi. Laporan itu terkait dugaan penggelapan investasi.

"Terakhir laporan ke Polda Banten sebulan yang lalu. Saya, Pak Parman (pensiunan KS), sudah di-BAP dan beberapa orang lagi untuk dimintai keterangannya. Alhamdulillah pihak Polda sudah bergerak," kata Koordinator Pensiunan Krakatau Steel, Tahyar Bunyamin, kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).

Laporan itu bernomor: R/LI/20/1/Res.2.2./2022/Ditreskrimsus tanggal 24 Januari 2022. Tahyar mengatakan para pensiunan melaporkan manajemen koperasi Krakatau Steel lantaran uang pensiunan yang diinvestasikan di koperasi tak kunjung cair. Ada sekitar 200 orang pensiunan yang menginvestasikan ke koperasi tersebut melalui program investasi Si Jaka.

Mereka awalnya ditawari oleh pihak koperasi untuk menginvestasikan uang pensiunannya dengan iming-iming uang bisa bertambah dan ada pembagian dividen. Namun janji bagi-bagi dividen itu macet sejak 2019. Uang pokok yang mereka investasikan ke koperasi juga tak bisa diambil.

"Uang dari Si Jaka ini belum cair. Dulu waktu cair Rp 1,5 (miliar) itu kita ada hearing di DPR yang dibantu oleh media pada saat itu, itu cair memang pada saat mau Lebaran tahun 2021 dibagikan kurang-lebih 400 orang," ujarnya.

Tahyar mengatakan total uang pokok ratusan pensiunan yang mengendap di koperasi tersebut sekitar Rp 94 miliar. Namun beberapa waktu lalu, pihak Krakatau Steel disebut menjual beberapa aset untuk mengembalikan uang para pensiunan tersebut.

Pihak Primkokas disebut menawarkan opsi 75 persen untuk pensiunan dan 25 persen untuk pihak koperasi jika ingin cair.

"Ya konsekuensi dari yang ikut program 75:25 itu mereka tidak dapat dividen per bulan. Kami yang tim 23 itu tetap berjuang di eksternal melalui Kemenkumham, Tipikor kami digagalkan, ada juga yang melalui KPPU di Jakarta itu juga masih gagal, terakhir saya dengan Pak Parman mengajukan ke Reskrim Polda Banten dan sedang berjalan," tuturnya.

Para pensiunan berharap direksi Krakatau Steel turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dia mengatakan sejumlah pensiunan menginvestasikan uang itu untuk biaya pendidikan anak.

"Harapan yang pertama dari kami yang jelas kami mengharapkan uang itu kembali dan, kalaupun ada kendala, kenapa ini tidak bisa dikembalikan terlihat atau terbuka bahwa masalahnya bisa ketahuan, ternyata ini miskomunikasi atau mismanajemen dalam pengelolaan uang sekian miliar itu diketemukan orangnya siapa, karena jelas koperasi itu ada lembaganya ada pengawas. Sampai sekarang belum ada kejelasan," jelasnya.

(haf/haf)