Meresahkan, Puluhan 'Pak Ogah' di Jl Margonda Depok Ditertibkan!

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 14:51 WIB
Pemberlakuan ERP di Jalan Margonda

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/4). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewacanakan penerapan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan Margonda Raya untuk mengatasi masalah kemacetan di kawasan itu, sementara Pemkot Depok akan mengkaji usulan tersebut.  Grandyos Zafna/detikcom
Jalan Margonda Raya, Kota Depok (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Tim Gabungan yang terdiri atas Satlantas Polres Metro Depok, Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap 'Pak Ogah'. Ada puluhan 'Pak Ogah' yang ditertibkan di Jalan Margonda Raya dan Jalan Ir H Juanda, Depok.

Komandan Tim (Dantim) Garuda 3 Satpol PP Kota Depok, Bondan Setiaji mengatakan penertiban dilakukan di 4 titik persimpangan di Jl Margonda dan Jl Ir Juanda, pada Senin (21/3/2022).

"Kurang lebih 40 orang. Putaran Delima sesudah Polres, putaran Bumi Wiyata, putaran Detos, putaran Juanda," ungkap Bondan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (22/3).

Adapun penertiban dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok No 16 Tahun 2016 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum Bab II Pasal 4.

"Setiap orang yang tidak memiliki kewenangan dilarang melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan pada persimpangan jalan, tikungan atau putaran jalan serta pada tempat-tempat tertentu. Kecuali atas izin pejabat atau petugas yang berwenang," bunyi pasal tersebut.

Dinilai Meresahkan

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Depok Nita Ita Hernita mengatakan keberadaan 'Pak Ogah' di putaran jalan dinilai meresahkan masyarakat.

"'Pak Ogah' kalau meresahkan betul," kata Nita.

Pak Ogah merupakan istilah bagi pengatur lalu lintas dari warga masyarakat. Namun, kebanyakan 'Pak Ogah' menjadikan pekerjaan tersebut untuk mencari uang, sehingga tak jarang keberadaannya malah bikin macet bahkan kecelakaan lalu lintas.

"Pak polisi bilang banyak terjadi kecelakaan karena memang dia bukan polisi. Kalau polisi kan dia punya mode-mode memberhentikan mobil seperti apa, teori-teorinya, kalau dia kan hanya orang biasa yang butuh makan," imbuh Nuta.

Lebih lanjut, terkait puluhan 'Pak Ogah' yang diamankan itu akan diberi pembinaan oleh Dinas Sosial Kota Depok.

"Kemarin kita berhentikan. Kita sosialisasi 'ini gak boleh'. Saat data Satpol PP sudah masuk, nanti kita asesmen, Kemensos kan ada 2 orang. Dari situ ketahuan latar belakang orang itu, nanti bisa kita salur-salurkan," terangnya.

Untuk diketahui, Polres Metro Depok tengah gencar melakukan penertiban kepada Pak Ogah. Untuk saat ini penertiban berupa imbauan, jika tak diindahkan bukan tak mungkin mereka akan ditindak tegas.

"(Sekarang) hanya imbauan," papar Wakasat Lantas Polres Metro Depok Kompol David Purba.

(mea/mea)