Bupati Bogor Nilai Kereta Gantung Puncak Rp 7,3 T Kemahalan, Ini Kata BPJT

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 13:13 WIB
Kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/2/2022). Tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata pada libur akhir pekan dan libur Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur Puncak Bogor sehingga Satlantas Polres Bogor melakukan rekayasa buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan kendaraian. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU
Ilustrasi Macet di Puncak, Bogor (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Bogor -

Bupati Bogor Ade Yasin menilai rekomendasi kereta otomatis dan kereta gantung guna mengatasi kemacetan di Puncak dengan anggaran Rp 7,3 triliun terlalu mahal. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan rekomendasi tersebut baru digunakan untuk menjawab usulan berbagai pihak.

"Kajian yang dibuat oleh BPTJ sebenarnya menjawab usulan dan wacana berbagai pihak yang sudah muncul sejak lama yang menginginkan adanya transportasi berbasis rel untuk mengurangi kemacetan di Kawasan Puncak," kata Kabag Humas BPTJ, Budi Rahardjo, Selasa (22/3/2022).

Rekomendasi itu, lanjut Budi, disampaikan sebagai jawaban terkait konsekuensi pembangunan transportasi berbasis rel di kawasan Puncak.

"Dengan kajian, maka tersaji jawaban berbasis data yang lebih konkret tentang konsekuensi-konsekuensi yang timbul jika transportasi berbasis rel diinginkan dibangun di kawasan Puncak," ungkapnya.

Dia mengatakan transportasi berbasis rel hanya salah satu opsi pembangunan guna mengurai kemacetan Puncak. BPTJ tidak menutup kemungkinan terhadap opsi lain.

"Jadi sejak mula memang transportasi berbasis rel hanyalah salah satu opsi, tentu nantinya perlu dipertimbangkan lebih mendalam opsi mana yang paling memungkinkan membantu mengatasi masalah kemacetan Puncak," tuturnya.

Bupati Bogor Nilai Kereta Gantung Puncak Rp 7,3 T Kemahalan

Diberitakan sebelumnya, BPTJ merekomendasikan pembangunan kereta otomatis dan kereta gantung guna mengatasi kemacetan di Puncak dengan anggaran Rp 7,3 triliun. Bupati Bogor Ade Yasin menilai anggaran tersebut kemahalan.

"Kemahalan kalau menurut saya, lebih baik Puncak 2 saja selesaiin," kata Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (22/3).

Pembangunan Puncak 2, menurut Ade, tak sampai semahal membangun kereta gantung. "(Jalur Puncak 2) nggak akan sampai Rp 7 triliun. Kalau Puncak 2 mah Rp 1 triliun juga kurang," tuturnya.

Ade menilai kereta gantung sebaiknya dibangun untuk pariwisata saja. Menurutnya, apabila jalur Puncak 2 dibangun, masyarakat yang hendak menuju Cianjur dan Bandung bisa terbantu.

Lihat juga video 'Sandiaga Proyeksikan Subang Selatan Jadi Alternatif Wisata Puncak Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)