ADVERTISEMENT

Serangan Munarman Saat Bela Diri Usai Tertawa Dituntut 8 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 06:42 WIB
Munarman selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman tampak meninggalkan Polda Metro Jaya.
Munarman (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)

Kasusnya Hanya Ilusi

Munarman menyebut bahwa kasus yang disidangkan itu hanya ilusi dari pelapor. Munarman menyebut, jika tuduhannya benar, maka persidangan pun akan ramai.

"Mari kita berpikir sehat, kalau benar saya adalah tokoh penggerak dan memiliki kemampuan atau pengaruh untuk menggerakkan, tentu persidangan ini sudah ramai oleh massa yang dalam pengaruh baiat untuk hadir dalam setiap sesi persidangan, kenyataannya hingga hari ini, persidangan sepi-sepi saja tidak ada massa yang bergerak oleh saya untuk menghadiri persidangan ini," kata Munarman.


"Bila benar cerita-cerita khayalan dan ilusi dari orang-orang zalim tersebut bahwa saya bisa punya pengaruh untuk menggerakkan orang lain, tentu persidangan ini sudah penuh sesak sebagaimana para tokoh yang selalu dipenuhi masa pendukung. Jadi ini merupakan bukti konkrit lainnya bahwa ilusi dan halusinasi orang-orang zalim tersebut bener-bener fitnah semata, begitu juga dakwaan yang bermufakat jahat untuk melakukan terorisme adalah ilusi khayalan para konspirator dan penjahat kemanusiaan," imbuhnya.

Munarman Minta Dibebaskan

Munarman meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkaranya agar membebaskan dari dakwaan dan tuntutan terkait kasus terorisme. Munarman meminta hakim menyatakan dirinya tidak bersalah.

"Tiba saatnya bagi saya untuk menyampaikan permohonan kepada majelis hakim yang mulia agar berkenan menjatuhkan putusan, menyatakan saya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwaan pertama, dakwaan kedua dan dakwaan ketiga. Membebaskan saya oleh karena itu dari segala dakwaan penuntut umum," kata Munarman.

Munarman memohon kepada hakim untuk membebaskannya segera setelah putusan dibacakan. Dia pun memohon majelis hakim memulihkan hak-haknya dalam kedudukan, harkat dan martabat di masyarakat.

"Memerintahkan penuntut umum untuk membebaskan saya dari tahanan, segera setelah putusan dibacakan. Memulihkan hak-hak saya dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabat saya di masyarakat," ujarnya.

"Membebankan biaya perkara kepada negara," sambungnya.


(aik/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT