Bupati Alor Maafkan Pembakar Rumah Pribadinya
Minggu, 21 Mei 2006 15:44 WIB
Alor - Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Ans Takalapeta menyatakan menerima musibah pembakaran rumah pribadinya di Kalabahi, sebagai sebuah cobaan dan memaafkan para pelakunya saat terjadi perkelahian antarwarga Kampung Baru dan Wetabu, Jumat 19 Mei dinihari lalu. Takalapeta yang dihubungi melalui telepon, Minggu (21/5/2006) mengatakan, rumah yang dibakar adalah rumah rakyat dan bukan rumah jabatan bupati sehingga ia ikhlas menerima kenyataan itu. Menurutnya, konflik antarwarga yang bermuara pada aksi kekerasan dan pembakaran rumah penduduk itu semakin meyakinkan bahwa perilaku orang Alor terkesan sangar dan beringas sebagaimana anggapan banyak orang selama ini. "Orang luar Alor selalu melukiskan bahwa penduduk disini sangat sangar dan bringas. Sebenarnya Alor memang sudah berubah lama, namun insiden tersebut seakan mengingatkan orang tentang kerasnya temperamen orang Alor," katanya.Takalapeta mengatakan, dalam insiden Jumat dini hari itu tidak ada satu orang pun yang meninggal dunia seperti yang diwartakan sebuah televisi nasional. "Ada yang luka terkena panah, tetapi tidak ada yang meninggal dunia," katanya. Situasi keamanan di Kalabahi sediri sudah kembali normal setelah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengirim satu pleton Brigade Mobil Jumat malam. Pasukan ini didatangkan untuk membantu aparat keamanan setempat memulihkan situasi keamanan akibat kerusuhan antarwarga di Kota Kalabahi sejak Kamis.Perkelahian antarwarga Kampung Baru melawan Betabua tak menimbulkan korban jiwa. Namun, sedikitnya 20 orang luka-luka akibat terkena lemparan batu. Sebanyak lima rumah dibakar, 20 rumah rusak berat, dan satu unit motor milik anggota polisi dibakar. Kerusuhan dipicu salah paham antara suporter sepakbola antarkampung di Stadion Kalabahi pada Kamis 18 Mei sore.
(san/)











































