ADVERTISEMENT

Tower BTS di Pancoran Mas Roboh Timpa 2 Rumah Kontrakan

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 21 Mar 2022 20:09 WIB
Tower BTS di Pancoran Mas Roboh, 2 Rumah Kontrakkan Rusak Parah
Tower BTS di Pancoran Mas Roboh, 2 Rumah Kontrakkan Rusak Parah (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Tower BTS atau menara telekomunikasi milik Telkomsel di Jalan Masjid Lio, Pancoran Mas, Depok, roboh. Dua unit rumah kontrakan milik warga porak-poranda.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi pukul 16.30 WIB, Senin (21/3/2022), bagian rumah kontrakan kedua dari ujung mengalami rusak pada bagian asbes. Puing atap jatuh hingga menutupi lantai rumah di bagian tengah.

Garis polisi mulai dipasangkan untuk mensterilkan lokasi kejadian. Salah satu warga di lokasi, Tina (39), mengaku mendengar suara menggelegar saat tower roboh. Menurutnya, saat itu cuaca dalam keadaan normal.

"Kejadian jam 13.00 WIB seperti bunyi petir tiba-tiba saja langsung tumbang. Nggak ada angin nggak ada apa. (Yang jatuh) tower Telkomsel," papar Tina di lokasi kepada wartawan, Senin (21/3/2022).

Penghuni kontrakan, Irma (38), menyebut, saat kejadian, sang anak sedang bersantai di kasur ruang tengah. Sedangkan suaminya menonton televisi di ruang depan. Menara telekomunikasi tersebut jatuh tepat di belakang kontrakan kosong yang terletak di deretan paling ujung.

"Anak saya 13 tahun di kasur main HP biasa, terus tiba-tiba gabruk aja, dia cuma bengong aja udah. Suami lagi di depan TV lagi duduk habis dari belakang tiba-tiba jatuh. Alhamdulillah nggak apa-apa soalnya udah ke depan," papar Irma di lokasi.

Irma pun memutuskan mengungsi terlebih dahulu sampai kondisi rumahnya mulai membaik.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Gulkarmat Kota Depok Tessy Hariyati menduga menara yang jatuh merupakan kecelakaan murni. Setelah damkar melakukan evakuasi, perawatan dikembalikan ke perusahaan terkait.

"Ini kecelakaan murni kalau saya melihatnya, karena saya lihat seperti itu. Kondisi dikembalikan lagi ke maintenance-nya ya. Penyebab kita tidak bisa prediksi, korban tidak ada, pemiliknya syok saja," imbuhnya.

Adapun kerusakan paling parah terjadi di kontrakan paling ujung yang tak berpenghuni. Sedangkan untuk kontrakan yang ditinggali, kerusakan ditaksir mencapai 60 persen.

"Yang paling parah itu memang kerusakan 70-80 persen kontrakan yang paling ujung. Tapi untuk sebelah kirinya itu dia sekitar 60 persen," tutupnya.

(dwia/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT