Si Guru Ngaji itu Kumpulkan Uang Demi Liburan ke Bali

Si Guru Ngaji itu Kumpulkan Uang Demi Liburan ke Bali

- detikNews
Sabtu, 20 Mei 2006 23:35 WIB
Surabaya - Rasa duka yang mendalam tak mampu disembunyikan keluarga salah satu korban tenggelam di Kuta Bali. Sudah bersusah payah mengumpulkan uang untuk pergi ke Bali, Nurcholis Agusti (18) ternyata harus kembali kepada yang Menciptakannya.Nurcholis yang tinggal di Jl Tambak Mayor Baru II/97, dalam kesehariannya dikenal sebagai guru ngaji di Mesjid Attauhid. Usai sekolah, almarhum rela menghabiskan waktunya utnuk mendidik anak-anak di sekitar rumahnya itu. Menurut ayahnya, M Raufiq (43), sebelum berangkat ke Bali, Nurcholis, dengan susah payah mengumpulkan uang hasil mengajar ngaji itu. "Uang itu dipakai sebagai sangu," kenang Raufiq saat ditemui di Bandara Juanda, Surabaya, Sabtu (20/5/2006).Raufiq pun mengenang, sebelum berangkat ke Bali, Nurcholis sempat bercanda dengan dirinya. "Dia takut ke Bali. Karena trauma dengan kejadian bom Bali," ujarnya pilu.Sedangkan ibunya, Riani, tidak dapat ditemui. Menurut Raufiq, istrinya langsung jatuh pingsan sejak mendengar kabar tentang kematian anaknya itu. Suasana duka juga meliputi keluarga Wilujeng. Sang ayah, Kadarwan (48) mengaku memiliki firasat buruk saat mendengar kabar meninggalnya putri semata wayangnya itu. "Saat saya mendengar kabar itu, saya langsung berangkat ke SMUN 4. Namun dalam perjalanan, saya sempat kecelakaan hingga 4 kali," jelas anggota Brimob Polda Jawa Timur itu.Kadarwan menjelaskan, selama hidupnya, Weni dikenal sebagai gadis yang periang dan penurut. Meski cenderung rewel. "Selama duduk di SMAN 4, dia aktif sebagai cheerleader," ujarnya.Anak kedua dari 2 bersaudara ini, dikenang akan sikapnya yang lebih dewasa ketimbang kakaknya, Robi Darwanto. "Dia selalu tampil sebagai penengah ketika timbul konflik dikeluarga," kenangnya. (ary/)


Berita Terkait