3.548 UMKM di MotoGP Mandalika Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 19 Mar 2022 17:34 WIB
3.548 UMKM di MotoGP Mandalika Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
Foto: BPJAMSOSTEK
Jakarta -

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 3.548 pelaku UMKM yang ikut memeriahkan gelaran seri MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam hal ini, BPJAMSOSTEK turut bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB Syariah dan PT Angkasa Pura I (Persero).

Adapun pemberian kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki kepada perwakilan peserta, dengan didampingi Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo. Anggoro mengatakan penyerahan secara simbolis tersebut menjadi tanda telah aktifnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ke 3.548 pelaku UMKM tersebut.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang telah melibatkan UMKM dalam mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.

"Kami mengapresiasi Gubernur NTB yang melibatkan masyarakat sekitar untuk kegiatan event besar ini, sehingga ini diharapkan berdampak pada ekonomi, tidak hanya pada saat event ini tapi juga seterusnya. Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini penting bagi mereka karena jika terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian, pekerja dan keluarganya tetap terlindungi," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/3/2022).

Anggoro menjelaskan seluruh pekerja yang terdaftar tersebut mendapatkan 2 program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dia menilai ada sederet manfaat yang akan diterima oleh peserta, seperti perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Selanjutnya apabila dalam masa pemulihan peserta tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, BPJAMSOTEK juga akan memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh. Jika peserta mengalami kecacatan maka akan mendapatkan manfaat berupa pendampingan untuk kembali bekerja (Return To Work).

Di samping itu, jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima adalah sebesar Rp 42 juta.

"(Sebanyak) 2 orang anak dari peserta juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp 174 juta," papar dia.

Selain memberikan perlindungan, Anggoro mengatakan pihaknya juga turut memeriahkan gelaran MotoGP di sirkuit mandalika dengan membuka booth informasi. Anggoro berharap dengan hadirnya BPJAMSOSTEK di sana, dapat dimanfaatkan oleh para penonton yang juga merupakan pekerja untuk mendapatkan informasi lengkap terkait 5 program yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK beserta beragam manfaat lainnya.

BPJAMSOSTEK juga memberikan kemudahan bagi para penonton yang ingin mendaftar menjadi peserta dengan aplikasi Jamsostek Mobile. Karena menurutnya dengan JMO, proses pendaftaran menjadi lebih cepat dan mudah, bahkan dapat dilakukan sambil menyaksikan MotoGP.

"Semoga kepedulian Pemprov (Pemerintah Provinsi) NTB terhadap perlindungan pekerja ini menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain, agar akan semakin banyak pekerja yang terlindungi program Jamsostek sehingga mereka dapat bekerja dengan aman dan produktivitasnya meningkat," tutur Anggoro.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga menekankan pekerja di sektor UMKM wajib memiliki perlindungan karena rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian.

"Kalo kita lihat tenaga kerja kita, 97 persen itu disediakan oleh sektor UMKM yang memiliki tingkat kerentanannya tinggi dan inilah yang perlu dapat perlindungan. Jadi saya kira ini yang akan kita bahas bersama, supaya semakin banyak yang mikro ini tercover BPJS Ketenagakerjaan," pungkasnya.

(fhs/ega)