Peringati Harkitnas, Petani dan Nelayan Demo Istana
Sabtu, 20 Mei 2006 13:35 WIB
Jakarta - Hari Kebangkitan Nasional dijadikan momentum berbagai kalangan untuk menyuarakan aspirasi. Puluhan petani, nelayan dan mahasiswa demo menolak globalisasi dan neo liberalisme.Aksi yang diikuti 50 orang yang tergabung dalam Komite Kebangkitan Rakyat Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (20/5/2006).Turut bergabung dalam aksi perwakilan dari Bina Desa, Sekar, Petani Mandiri, Komunitas Penjaringan, Bara Merdeka, Unisma Bekasi, STIE Rawamangun, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).Masing-masing perwakilan diberikan kesempatan berorasi di atas mobil pick up. Orator pun tampak berapi-api menyampaikan tuntutan."Investasi asing menjadikan bangsa Indonesia menjadi kuli di negara sendiri," kata salah seorang orator.Lazimnya aksi, massa juga membawa spanduk bertuliskan "Laut adalah hidup kami", "Lindungi wilayah nelayan tradisional", "Tolak pangan impor, tingkatkan pangan lokal."Pengamanan pun tidak terlalu mencolok. Beberapa polisi terlihat siaga mengamankan jalannya aksi damai ini. Kawat berduri tampak menghiasi Istana Negara hingga perempatan jalan menuju Mahkamah Agung (MA).Sementara di pelataran Monas, diparkir 7 truk dan dibangun tenda polisi. Hingga pukul 13.20 WIB, aksi masih berlangsung.
(aan/)











































