Pupuk Indonesia & PTPN Buat Program Pendampingan bagi Petani Tebu

ADVERTISEMENT

Pupuk Indonesia & PTPN Buat Program Pendampingan bagi Petani Tebu

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 20:38 WIB
Pupuk Indonesia dan PTPN
Foto: Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya, PT Petrokimia Gresik (PKG) dan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) membuat program pemberdayaan untuk petani tebu. Program tersebut dinamakan Program Makmur.

Kolaborasi ini tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh PKG dan PKC dengan PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XII, dan PTPN XIV, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/3/2022).

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal menyatakan sinergi antara keduanya merupakan bentuk dukungan perusahaan BUMN terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Dalam hal ini, setiap perusahaan sepakat untuk memberikan pendampingan dalam budidaya tanaman kepada petani tebu melalui skema kemitraan Program Makmur.

"Program Makmur ini bertujuan untuk menciptakan suatu ekosistem yang berkelanjutan dan terintegrasi, dengan melibatkan berbagai stakeholder di bidang usaha pertanian," ujar Gusrizal dalam keterangan tertulis, Jumat (18/3/2022).

Lebih lanjut Gusrizal menyebutkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir juga turut mendukung dengan membentuk Project Management Office (PMO) Makmur, dengan komoditas utama padi, jagung, tebu, dan kopi. Untuk itu, Pupuk Indonesia meminta kepada seluruh anak perusahaan dan perusahaan afiliasinya untuk ikut membantu perluasan program Makmur.

Adapun target program Makmur pada tahun 2022 mencapai seluas 250 ribu hektar. Hingga Februari 2022, program ini telah terlaksana pada lahan pertanian seluas 60 ribu hektare dan melibatkan 23 ribu lebih petani. Mereka menanam berbagai komoditas seperti padi, jagung, sawit, tebu, hortikultura, dan sebagainya.

Mengingat program Makmur menggunakan pupuk komersil, Gusrizal kembali menegaskan dalam program ini, petani akan mendapatkan harga yang lebih murah jika dibandingkan harga pupuk komersil untuk keperluan ekspor, industri, dan retail.

Selain itu, Gusrizal mengatakan pihaknya telah menerapkan digitalisasi melalui aplikasi Retail Management System (RMS). Sistem ini akan mempermudah pencatatan dan penelusuran penjualan, sehingga lebih transparan dan akuntabel.

"Oleh karena itu, kami meminta kepada bapak dan ibu untuk juga bisa memberikan harga yang berpihak kepada petani program ini, dan kami juga akan memberikan harga yang lebih baik lagi," jelas Gusrizal.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyebutkan esensi dari MoU ini adalah kerjasama antara perusahaan BUMN dengan petani tebu. Karena sesuai dengan namanya, Makmur merupakan akronim dari 'Mari Kita Majukan Usaha Rakyat'.

Lebih lanjut Dwi menyebutkan di tahun 2021 Petrokimia Gresik telah bekerja sama dengan PTPN X dan PTPN XI dalam program Makmur. Kini, dibawah komando Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik akan memperluas jaringan kerjasama dengan anak perusahaan PTPN III holding lainnya yang bergerak di sektor tebu.

Menurut Dwi, program Makmur bagi petani tebu menjadi sangat penting, karena gula merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Untuk bisa menghasilkan produktivitas dan rendemen yang tinggi, maka dibutuhkan sarana dan prasarana pertanian seperti pupuk dan pestisida.

"Selain pupuk, kebetulan kami di Petrokimia Gresik memiliki anak perusahaan yang memproduksi pestisida dan insektisida, jadi lengkap ini," ujar Dwi.

Sementara itu, Direktur Utama holding PTPN III Mohammad Abdul Ghani, secara virtual menyatakan pangan merupakan isu global dengan kepentingan nasional atau national interest ke depan akan semakin meningkat.

Untuk itu, perusahaan BUMN seperti Pupuk Indonesia, PTPN, ID Food, dan sebagainya, dituntut untuk bisa meningkatkan kemandirian dan kedaulatan pangan, salah satunya melalui kolaborasi dalam program Makmur.

Ghani juga meyakini kolaborasi perusahaan BUMN melalui kemitraan program Makmur dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas petani. Karena dalam ekosistem ini semua sarana produksi yang dibutuhkan akan dapat terpenuhi secara tepat waktu dan dengan harga terjangkau.

"Selain itu tentunya pendampingan budidaya dari Pupuk Indonesia dan PTPN grup diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi nasional, hingga kesejahteraan petani," ungkapnya.

(fhs/fhs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT