SBY: Tinggalkan Budaya Merusak dan Jauhi Permusuhan

SBY: Tinggalkan Budaya Merusak dan Jauhi Permusuhan

- detikNews
Sabtu, 20 Mei 2006 10:35 WIB
Jakarta - Di Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Presiden SBY meminta semua pihak untuk bersama-sama meninggalkan budaya merusak yang saat ini masih kental di Indonesia. SBY meminta masyarakat untuk berhijrah menuju budaya membangun. Hal ini disampaikan SBY pada acara Gema Nusa di Monumen Perjuangan Bandung Lautan Api, Tegallega, Jl BKR, Bandung, Sabtu (20/5/2005). Acara lari pagi yang digagas AA Gym ini diikuti ribuan orang."Tinggalkan kebiasaan bermusuhan, mulai bersatu dan tidak berpecahan. Saya yakin bangsa ini bisa maju," kata SBY. Menurut SBY, budaya merusak adalah salah. Karena itu, SBY berharap agar masa krisis selama 8 tahun terakhir berakhir dan segera bangkit dari keterpurukan. SBY juga berharap masyarakat Indonesia bisa meninggalkan budaya menggunduli hutan dan mulai menanam pohon.Pada kesempatan itu, SBY sempat menyinggung persoalan menumpuknya sampah di kota Bandung. Dia meminta seluruh warga di kota Bandung meninggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan. "Ini untuk keindahan kota Bandung dan Indonesia," ujar dia. Terkait dengan Harkitnas, SBY mengingatkan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah, karena pada 20 Mei 1908 lampau, seluruh bangsa Indonesia bangkit untuk mendapatkan kemerdekaannya dan menjadi bangsa yang besar. "Salah satunya berlangsung di sini. Saya berharap untuk membangun sebuah negara yang besar bisa dimulai dari hati nurani, karakter, dan semangat," jelas dia. Dalam acara ini, SBY mengenakan baju olahraga berwarna merah dengan tulisan 'Gema Nusa' dan bersepatu kets. SBY mengikuti lari marathon bersama 5.000 peserta sejauh 3 Km. Rute yang dilalui, lapangan Tegallega- Jl. BKR- Jl Pelajar Pejuang- kemudian balik lagi ke Tegallega. Selain dihadiri SBY dan Aa Gym, acara ini juga dihadiri Menneg BUMN Sugiharto, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, dan Walikota Bandung Dada Rosada. (asy/)


Berita Terkait