77 Warga Negara Myanmar Dideportasi dari Sabang

77 Warga Negara Myanmar Dideportasi dari Sabang

- detikNews
Sabtu, 20 Mei 2006 01:17 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 77 warga negara Myanmar akhirnya dideportasi dari Sabang dengan menggunakan KRI Teluk Cirebon, Jumat (19/05/2006). Para warga Myanmar ini selanjutnya akan dibawa ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara untuk menunggu proses lebih lanjut.Sebelum diberangkatkan sekitar pukul 16.00 WIB, sebuah acara pelepasan digelar di kawasan Pelabuhan Lanal Sabang. Suasana haru dan isak tangis mewarnai upacara pelepasan. Tak hanya warga Myanmar -yang seluruhnya pria- tapi petugas PMI Sabang yang selama ini mengurus keperluan mereka juga tampak meneteskan air mata."Mereka selanjutnya akan berada di penampungan imigrasi di Belawan untuk menunggu proses lebih lanjut," terang Kepala Imigrasi Sabang Sumarli Said pada wartawan usai acara pelepasan di Pelabuhan Lanal Sabang, Jumat (19/05/2006).Menurut Sumarli Said, sebenarnya warga negara Myanmar yang terdampar di Pulau Rondo dan akhirnya dievakuasi ke Sabang ini, tidak mau pulang. "Tapi peraturan negara kita, mereka harus dideportasi dan ini sesuai dengan perintah Departemen Imigrasi," tambahnya.Diperkirakan, KRI Teluk Cirebon baru akan tiba di Belawan dua hari kedepan. Pasalnya, kapal ini tidak khusus mengantarkan warga negara Myanmar ini. "Tapi mereka juga sambil patroli. Jadi mungkin dua hari perjalanan," ujar Sumarli.Sebagaimana pernah diberitakan, 77 warga negera Myanmar dari kelompok muslim minoritas Rohinja ini terdampar di Pulau Rondo, yang berjarak sekitar 18 mil dari Sabang, 24 April 2006 lalu. Selain kehabisan bahan bakar dan makanan, cuaca buruk membuat mereka terdampar di kawasan tersebut.Menurut pengakuan beberapa diantaranya yang berbicara dalam bahasa Melayu Malaysia, mereka berangkat dari Myanmar dengan tujuan Malaysia untuk mencari pekerjaan. Selain hidup susah dan kesulitan mencari pekerjaan, Muslim Rohinja merupakan kelompok minoritas di Myanmar. Dalam perjalanan ini, mereka menggunakan perahu kayu berukuran 10x3 meter dengan mesin 22 PK. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads